Peristiwa
Home » Berita » 1.347 KK Terdampak Banjir di Lobar dan Loteng, Satu Orang Meninggal

1.347 KK Terdampak Banjir di Lobar dan Loteng, Satu Orang Meninggal

Tangkapan layar video yang menampilkan banjir di Desa Persiapan Pengantap, Lombok Barat pada Selasa malam, (13/1/2026).

Mataram – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB mencatat sebanyak 1.347 kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Lombok, pada Selasa malam (13/1/2026).

Wilayah tersebut yakni satu desa di Kabupaten Lombok Barat dan tiga desa di Kabupaten Lombok Tengah.

Kepala BPBD NTB Sadimin merincikan, sebanyak 1.047 KK terdampak terdapat di Desa Persiapan Pengantap, Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Dalam peristiwa tersebut, satu orang lansia berusia 69 tahun dilaporkan meninggal dunia.

Sementara di Kabupaten Lombok
Tengah, banjir melanda sejumlah desa. Di Desa Montong Ajang tercatat 50 KK terdampak, dengan 50 unit rumah terendam. Sedangkan di Desa Kabul, sebanyak 250 KK terdampak dengan 250 unit rumah terendam.

Tak hanya itu, banjir juga dilaporkan menerjang Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat. Namun pendataan masih terus dilakukan oleh tim di lapangan seiring kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut.

Tak Miliki Sertifikat Budidaya, KKP Segel Tambak Udang Milik Warga Asing di Lombok Timur

Menanggapi hal itu, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, turun langsung meninjau warga terdampak banjir di Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat pada Rabu siang (14/1/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan serta kebutuhan warga yang terdampak banjir segera tertangani.

Selain penyaluran bantuan logistik, penanganan darurat difokuskan pada pembersihan drainase dan sungai yang mengalami sedimentasi.

Pemprov NTB bersama Pemkab Lombok Barat mendatangkan alat berat, termasuk ekskavator dari provinsi, guna mempercepat normalisasi saluran air melalui penanganan oleh Dinas PUPR NTB dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, dengan melibatkan masyarakat secara gotong royong.

“Kita sepakat membersihkan drainase terlebih dahulu karena curah hujan masih tinggi. Balai Wilayah Sungai (BWS) juga akan menurunkan alat berat untuk mengeruk sedimentasi yang sementara dimanfaatkan sebagai tanggul darurat,” ujarnya, Rabu, (14/1/2026).

Dirut SEG Sakit, Batal Diperiksa Soal Dugaan Korupsi Sponsorship MXGP

Dalam kesempatan itu, Iqbal juga menyoroti kerusakan infrastruktur jalan akibat banjir. Ia menyampaikan bahwa perbaikan jalan telah masuk dalam usulan peningkatan jalan daerah, namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan fiskal dan skala prioritas pembangunan.

“Selama ini kita memprioritaskan jalan logistik. Ke depan, kawasan ini akan kita perlakukan sebagai jalur penunjang pariwisata dan akan kita review percepatan penanganannya,” jelasnya.

Sementara itu, untuk rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir, pemerintah akan menetapkan status tanggap darurat. Penetapan tersebut memungkinkan penanganan dilakukan secara bersama melalui anggaran belanja tidak terduga (BTT) dari Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Barat.

Dalam penanganan bencana ini, sejumlah perangkat daerah dan lembaga terkait turut menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir. Baznas Provinsi NTB menyalurkan bantuan berupa air bersih, beras, dan kebutuhan pokok lainnya.

Dinas Kesehatan Provinsi NTB memberikan bantuan berupa 50 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil, 100 paket PMT balita, satu sak penjernih air, 50 kilogram kaporit, serta 50 saset abate.

Tuding SK Muzihir Belum Sah, Akri : Tak Ada Tanda Tangan Sekjen DPP PPP

Dinas Sosial Provinsi NTB juga menyalurkan bantuan logistik berupa beras 100 kilogram, mie instan 10 dus, minyak goreng 15 liter, gula pasir 15 kilogram, kecap manis 10 botol, saus sambal 10 botol, kasur 10 lembar, selimut 10 lembar, terpal 8 lembar, family kit 10 paket, kids ware 10 paket, serta tenda gulung 10 lembar.

Selain itu, bantuan tambahan disalurkan berupa 48 paket makanan anak, 75 paket makanan siap saji, 20 paket kids ware, dan 20 paket family kit, serta dukungan hunian sementara dan perlengkapan tidur bagi warga terdampak banjir.

Usai dari Sekotong, Iqbal bersama rombongan juga bergerak meninjau korban banjir di Desa Kabul, Lombok Tengah. Bantuan juga langsung disalurkan, sama halnya seperti diberikan di Sekotong. Kemudian mengambil langkah-langkah penangangan cepat, seperti normalisasi drainase. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan