Hukum & Kriminal Pemerintahan
Home » Berita » Uang Sponsor MXGP dari Bank NTB Syariah Dipotong 90 Persen, Vendor Masih Gigit Jari

Uang Sponsor MXGP dari Bank NTB Syariah Dipotong 90 Persen, Vendor Masih Gigit Jari

Keterangan foto: Sponsorship Bank NTB Syariah di MXGP cukup besar. Namun, dana tersebut tak kunjung sampai kepada vendor. Hingga kini belum ada kejelasan pembayaran hutang vendor yang nilainya hampir Rp 10 Miliar. Foto: (Ilustrasi/WartaSatu)

Mataram – Langkah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi NTB yang menyelidiki dugaan korupsi sponsorship Bank NTB Syariah Motocross Grand Prix (MXGP) turut membuka tabir pemberian uang. Dari dana transfer yang dikirim dipotong hingga 90 persen.

“Masuk memang ke rekening, tapi ditarik lagi tunai. Hanya sedikit kok yang masuk,” kata sumber yang terlibat dalam MXGP ini kepada media ini, Minggu (9/11).

Dalam dokumen sponsorship yang dimiliki oleh media ini tercatat ada 10 transfer yang dilakukan oleh bank milik Pemprov NTB ini. Setelah dipotong PPH 2 persen, nilai uang yang masuk ratusan juta di tiap rekening. Total 10 transfer yang disebut komitmen sponsor itu Rp 3,4 Miliar.

Dari data transfer ini ada dua rekening yang ditujukan untuk pribadi, untuk Ikatan Motor Indonesia (IMI) transfer diberikan atas nama SR senilai Rp 400 juta. Sedangkan untuk pihak asuransi kesehatan yang cukup bonafit dikirimkan atas nama RR dengan nilai Rp 550 juta. Keduanya mulus tanpa potongan PPH. Utuh.

Sumber ini meluruskan data transfer tersebut, diceritakan kalau uang yang masuk, sebagian kecil saja diberikan pada vendor. Ia pun bingung, untuk IMI dan asuransi sudah dikirim khusus atas nama pribadi SR dan RR.

Staf Ahli Gubernur NTB Minta TPP Dinaikkan, Ngaku Kerja Berat

“Sudah ditransfer tapi diminta ambil tunai itu untuk asuransi dan IMI, tambahan lainnya keamanan,” ujarnya.

“Untuk vendor-vendor masih gigit jari. Dikumpulkan Bale Mediasi belum ada hasil,” sambungnya.

Untuk agenda MXGP yang digelar dua seri di NTB, bank pelat merah ini terlihat begitu royal. Dari catatan beberapa sumber, untuk biaya promosi saja, dikuncurkan Rp 9 Miliar lebih. Ditambah ada pemberian hutang kepada event organizer hingga belasan miliar. Ada juga pembayaran vendor senilai Rp 3,4 Miliar.

Proses ini dapat berjalan mulus diduga melibatkan orang dalam Bank NTB Syariah. Hal ini diperkuat dengan keluarnya guarantee letter (surat jaminan) tertulis dengan stempel Bank NTB Syariah yang ditujukan untuk sejumlah hotel sebagai penginapan para pembalap dan kru MXGP.

Direktur Utama Bank NTB Syariah Nazaruddin yang dikonfirmasi terkait hal ini meminta supaya menghubungi sekretaris perusahaan supaya mendapat info lengkap.

Dirut SEG-Mantan Dirut Bank NTB Syariah Kompak Sakit, Pemeriksaan Dugaan Korupsi Sponsorship MXGP Tertunda

“Saya baru saja menjabat, untuk lebih jelas konfirmasi divisi corporate sekretari aja langsung ya,” katanya melalui pesan instan.

Sementara itu, Bagian Humas Bank NTB Syariah, Ridwan yang dihubungi meminta supaya konfirmasi dilakukan di kantornya agar mendapat info lengkap. (put/ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan