Mataram-Selain vendor, pihak yang pusing dengan belum adanya kejelasan pembayaran Motocross Grand Prix (MXGP)
adalah penyedia hotel. Lazimnya hotel bintang yang syaratnya ketat, tanpa uang semestinya orang tak dapat menginap.
Salah satu orang penting yang mengikuti perjalanan MXGP dari 2022 bercerita, hotel ini berkenan memberikan kamar karena ada jaminan guarantee letter (surat jaminan) dari Bank NTB Syariah.
“Memang ada saya tahu soal itu. Awalnya pihak hotel sampai jelang penyelenggaraan menolak semua karena tidak ada uang,” kata sumber ini kepada Warta Satu, Senin (10/11).
Keterangan sumber ini sesuai dengan dokumen surat jaminan yang diterima oleh media ini. Tertulis garansi ini untuk Hotel Merumatta. Pesanan sejumlah kamar bernilai Rp 600 juta lebih. Stempel Bank NTB Syariah dengan nama terang.
“O, benar memang nama yang ada di stempel itu yang keliling ke hotel dan vendor menjamin atas nama Bank NTB Syariah,” jelasnya saat ditunjukkan berkas surat jaminan.
Berikut ini dokumen rincian jaminan kamar untuk kebutuhan MXGP di Hotel Merumata dengan total Rp669.702.500. Ada
14 kamar Superior Garden Room (Rp977.500/malam) dan 4 kamar Bungalow(Rp1.150.000/malam), total Rp73.140.000.
Kemudian 29 kamar Superior Garden Room dan 16 kamar Bungalow, total Rp514.222.500. Berikutnya 10 kamar Bungalow senilai Rp11.500.000.
Ada juga 14 kamar Superior Garden Room dan 2 kamar Bungalow, total Rp63.940.000. Tambahan 2 kamar Bungalow dengan total biaya Rp6.900.000.
Soal adanya surat jaminan Bank NTB Syariah dibenarkan oleh pihak Hotel Merumatta. Nama besar bank ini sebagai penjamin ditambah pimpinan tertingginya yang datang membuat pihak hotel terbuai. Mereka pun luluh. Secara aturan pembayaran harus di depan atau uang muka sesuai ketentuan kontrak.
“Ya, siapa sih yang tidak kenal Bank NTB Syariah. Saya akhirnya diarahkan siapkan kamar, saya waktu itu sudah alihkan ke pihak lain,” cerita perwakilan Hotel Merumatta yang meminta namanya tidak ditulis ini.
Jaminan atas nama bank milik daerah ini, lanjutnya, yang kemudian membuat pihak hotel berulangkali menagih ke Bank NTB Syariah. Ia sudah bertemu dengan Direktur Utama (Dirut) hingga sekretaris perusahaan.
“Yang saya kejar kan Bank NTB Syariah sebagai pemberi garansi, tapi sudah lelah saya nagih,” keluhnya.
“Sudah nyamar segala macam untuk nagih. Garansinya Bank NTB Syariah, itu yang harus bertanggung jawab, tapi tidak ada jawaban,” sambungnya.
Ia menuturkan, setiap kali datang ke kantor Bank NTB Syariah, dirinya tidak pernah berhasil dipertemukan dengan jajaran direksi. Bahkan, ia sempat mendatangi para pihak yang terkait MXGP. Termasuk ke pimpinan persoalan tagihan bersama Direktur Utama PT Samota Enduro Gemilang (SEG).
“Setiap saya datang pakai mobil berlogo Merumatta, selalu dibilang nggak ada orangnya. Sampai jabatannya diganti pun saya nggak pernah ketemu,” tuturnya.
Direktur Utama Bank NTB Syariah Nazaruddin yang dikonfirmasi terkait hal ini meminta untuk dapat meminta penjelasan detail dari sekretaris perusahaan.(Zal)


Komentar