Pendidikan
Home » Berita » Daftar Sebagai Calon Rektor Unram 2026-2030, Berikut Profil-Visi Prof Ali

Daftar Sebagai Calon Rektor Unram 2026-2030, Berikut Profil-Visi Prof Ali

Guru Besar Universitas Mataram (Unram) Prof. Muhamad Ali, didampingi istrinya yang juga Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi Unram, saat menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia pemilihan rektor Universitas Mataram untuk periode 2026–2030, Senin (10/11/2025). (Dok:ist)

Mataram – Guru Besar Universitas Mataram (Unram), Prof. Muhamad Ali, resmi mencalonkan diri sebagai Rektor Unram periode 2026–2030. Ia datang dengan visi besar, menjadikan Unram sebagai perguruan tinggi unggul dan berdaya saing global di tengah arus perubahan teknologi dunia.

‎“Visi besarnya (pencalonan), agar Unram ini menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global,” ujar Prof. Ali usai mendaftarkan diri di kampus Unram, Senin (10/11/2025).

‎Sebagai akademisi yang lama menimba ilmu di Jepang, Prof. Ali datang dengan rekam jejak panjang di bidang bioteknologi peternakan dan kolaborasi internasional. Ia kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Peternakan Unram, dan sebelumnya pernah memimpin sejumlah lembaga strategis di lingkungan kampus.

‎“Berkat perjalanan, pengalaman saya menimba ilmu di luar negeri, membuat saya meyakinkan diri untuk berkontribusi sebagai pimpinan di Unram,” ucapnya.

‎Menurutnya, Unram telah memiliki potensi luar biasa dari segi sumber daya manusia. Ratusan doktor dan puluhan profesor menjadi modal kuat untuk menembus level universitas internasional.

‎“Tidak ada kampus di dunia yang punya doktor sampai 300-an, profesor sampai 147-an. Artinya, itu sumber daya yang luar biasa, tinggal bagaimana merapikan barisan dan juga bagaimana menjadikannya satu titik untuk mencapai visi global,” jelasnya.

‎Dengan dukungan SDM yang kuat, Prof. Ali optimistis Unram bisa menembus strata global.

‎“Saya yakin, karena sebagian besar dosen memiliki kapasitas yang luar biasa. Tinggal bersinergi semua, harus kita satu arah untuk mewujudkan visi global,” tambahnya.

‎Dalam visinya sebagai calon rektor, Prof. Ali menegaskan pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan lulusan yang kompetitif di dunia kerja.

‎“Jadi, dalam indikator kineja universitas ke depan, khususnya dalam skala nasional, massa kelulusan untuk mendapatkan pekerjaan itu, harus menjadi perhatian yang sangat serius,” katanya.

‎Ia juga menyoroti tantangan revolusi teknologi dan kemunculan Artificial Intelligence (AI) yang mengubah lanskap dunia kerja.

‎“Khusus untuk tingkat dunia, reputasi alumni menjadi indikator perengkingan universitas skala global, sehingga itulah ikhtiar yang harus kita lakukan agar kualitas lulusan itu mempunyai dampak untuk masyarakat, mengikuti perubahan, dan beradaptasi cepat dengan dunia yang saat ini banyak jenis pekerjaan baru,” ujar Prof. Ali.

‎Jika terpilih sebagai rektor, ia berencana membangun kurikulum pendidikan yang fleksibel dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk integrasi AI ke dalam sistem pembelajaran.

‎“Apalagi dengan adanya AI ini, bisa jadi lulusan perguruan tinggi itu jadi pengangguran kalau tidak menguasai teknologi, seperti AI yang ada saat ini, itu yang kita butuhkan ke depannya,” tegasnya.

‎Hari ini, Prof. Ali tercatat sebagai bakal calon ketiga Rektor Unram, setelah berkas pendaftarannya dinyatakan lengkap oleh panitia seleksi.

‎“Saya berharap, banyak teman-teman dosen juga yang mendaftar, sehingga punya banyak pilihan, kaya kader dan semua bersaing secara sehat dengan mengedepankan ide dan gagasan. Dari itu, kita bersatu, satu arah membangun Unram,” ungkapnya.

‎Rekam jejak akademik Prof. Ali menunjukkan konsistensi dalam riset dan kolaborasi global. Ia meraih gelar doktor di Nagoya University, Jepang, dengan spesialisasi Bioteknologi Molekuler, melanjutkan post-doctoral di Toyama University, serta kembali ke Nagoya University melalui program Monbusho dan Hokuriku Fellowship.

‎Diketahui, sejumlah kandidat lebih dulu mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Unram periode 2026–2030. Pendaftaran pertama dilakukan oleh Prof. Hamsu Kadriyan pada Rabu (5/11/2025), disusul oleh Prof. Dr. Kurniawan Pada Jumat (7/11/2025). Sementara pada Senin (10/11/2025), dua nama kembali mendaftar, yakni Prof. Muhamad Ali dan Prof. Dr. Sukardi.(zal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan