Mataram – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit berbasis lingkungan yang berpotensi meningkat pada musim hujan. Seperti, diare, ISPA, leptospirosis, serta demam berdarah dengue (DBD) akibat meningkatnya perkembangbiakan jentik nyamuk.
”Perubahan musim ini biasanya memicu peningkatan kasus penyakit menular. Karena itu, masyarakat perlu lebih waspada, terutama terhadap genangan air dan kebersihan lingkungan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, Selasa (11/11/2025).
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, Dinkes menyiagakan layanan kesehatan 24 jam yang meliputi 11 Puskesmas, Rumah Sakit Daerah, serta fasilitas kesehatan jejaring. Layanan tersebut terhubung langsung dengan Posko Penanggulangan Bencana dan Call Center Siaga 112 untuk respon cepat.
Selain layanan penanganan, upaya pencegahan difokuskan pada pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, dan memanfaatkan barang bekas agar tidak menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.
”Penggunaan kelambu, lotion anti-nyamuk, menjaga kebersihan, dan memastikan pencahayaan rumah tetap baik, perlu dibiasakan untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk Aedes aegypti,” jelas Emirald.
Ia juga menekankan pentingnya pola hidup bersih dan sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), termasuk konsumsi makanan bergizi, olahraga rutin, istirahat cukup, serta pemeriksaan kesehatan berkala.
”Kami mengingatkan warga untuk memastikan air minum direbus hingga mendidih dan jamban rumah tangga berfungsi baik, agar tidak menjadi sumber penyebaran penyakit,” tegasnya. (buk)


Komentar