Uncategorized
Home » Berita » Beri Dukungan Vital untuk MXGP, Kurnia Tuntut Kejelasan Pelunasan Hutang dari PT SEG

Beri Dukungan Vital untuk MXGP, Kurnia Tuntut Kejelasan Pelunasan Hutang dari PT SEG

Keterangan foto: Bengkel milik Kurnia ini memiliki peran cukup vital saat penyelenggaraan MXGP. Namun, dukungan itu tak dibalas dengan baik. Malah menyisakan hutang.

Mataram – Bak pepatah air susu dibalas dengan air tuba. Begitu yang dialami Kurnia Jaya, pemilik bengkel yang memberi dukungan pada ajang Grand Prix (MXGP). Jasanya menyiapkan alat-alat vital yang mendukung balapan internasional ini.

Kurnia peralatan yang ia sediakan memiliki peran penting selama penyelenggaraan event. Janji penyelenggara saat itu, akan segera dituntaskan.

“Karena alat ini vital juga di event itu, kalau tidak ada nitrogen sama kompresor, mereka tidak bisa jalan,” katanya pada Warta Satu, Selasa (11/11).

Melihat bengkel asal Kabupaten Lombok Barat, bukanlah tergolong bengkel besar dengan dana berlimpah. Hanya berderet beberapa motor. Ban ataupun kebutuhan servis motor lainnya.

Hal itu diakui oleh Kurnia, bila memang ia bukan pemodal besar. Dukungan yang diberikan seputar penyewaan kompresor dan kendaraan operasional yang dipakai selama kegiatan balap.

Tim Ahli Gubernur NTB Bantu Percepat Program Strategis di Seluruh OPD

“Karena tidak dibayar-bayar saya menanggung biaya operasional dengan dana pribadi untuk mengganti sewa alat punya teman-teman dan bengkel lain,”bebernya.

Lebih jauh, Kurnia menjelaskan, untuk mensukseskan MXGP ia menyediakan 11 unit kompresor beserta alat nitrogen, serta 5 sepeda motor untuk mendukung mobilitas tim di area sirkuit.

Masing-masing, Motor Suzuki Spin, Yamaha Mio, Honda Scoopy, Honda Beat, dengan Total biaya yang belum terselesaikan mencapai Rp19 juta.

“Kompresor 10 unit sama nitrogen, dan sepeda motor untuk kendaraan di sirkuit itu 5 unit. Totalnya 19 juta,” ucapnya.

Kurnia berharap ada yang memberikan penjelasan penyelesaian pembayaran agar pelaku usaha kecil tidak dirugikan dalam kegiatan berskala besar seperti MXGP.

Tak Miliki Sertifikat Budidaya, KKP Segel Tambak Udang Milik Warga Asing di Lombok Timur

“Semoga ada solusi lah untuk kami yang kecil-kecil ini, karna ini sudah lama. Walaupun bagi mereka ini nominal kecil, tapi bagi kami lumayan besar,” keluhnya.

Kurnia menambah deretan pendukung MXGP yang belum terselesaikan hingga saat ini.

Dari catatan yang diterima, Sound Solution (TV, electrical, sound), Zaish Stage (main stage), Abenk Stage (barricade), BB Production (tenda, kursi, meja), Jen (genset), Pelita Harapan (sound, lighting, tenda, ringlock), Alfa Pro (barricade, rigging), Perisai Indah Abadi (tenda, meja, kursi, misty fan), Dian Mandiri (AC), Tracker Indonesia (racing management), dan RSUD Provinsi NTB (layanan medis).

Upaya konfirmasi dengan mendatangi Kantor PT Samota Enduro Gemilang (SEG) yang ada di Jalan Majapahit tak membuahkan hasil. Kantornya tutup.

“Sudah lama tutup mas. Ada beberapa orang kesini juga,” cerita setempat yang dijumpai media ini.

Dirut SEG Sakit, Batal Diperiksa Soal Dugaan Korupsi Sponsorship MXGP

Upaya konfirmasi kepada Direktur Utama PT Samota Enduro Gemilang (SEG), Diaz Rahmah Irhani selaku promotor event via ponsel lagi-lagi tak mendapatkan respons. Pesan melalui WhatsApp yang dikirim pun tak mendapat jawaban. (buk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan