Mataram – Kembali lagi ada vendor yang muncul ke permukaan mengadukan hutang penyelenggara Motocross Grand Prix (MXGP). Vendor ini berasal dari Jawa Timur (Jatim) ada ratusan juta uang yang belum dibayarkan hingga kini.
Vendor ini terlibat dalam penyediaan fasilitas Ring 1 arena MXGP 2023-2024 yang digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) lalu. PT Samota Enduro Gemilang (SEG) selaku promotor event sudah ditagih.
Pemilki Vendor, Syaiful Anwar, menyebut dirinya merupakan penyedia jasa untuk area inti (Ring 1) MXGP. Ia mengaku hanya menerima uang muka (DP) di awal proyek, sementara sisanya belum dibayarkan hingga saat ini.
“Saya vendor untuk Ring 1 arenanya MXGP. Kita cuma dapat DP di awal, sisanya belum ada sampai sekarang,” ujarnya saat dihubungi via telpon, Jumat (14/11/2025).
Ia menyebut, total kerugian yang ia tanggung mencapai Rp694 Juta yang harusnya sudah mereka terima dari PT SEG.
“Total yang belum dibayar sampai sekarang itu, sejumlah Rp694 juta,” keluhnya.
Syaiful mengaku, sudah beberapa kali berupaya menagih pembayaran, termasuk melakukan mediasi dengan berbagai pihak. Namun, hingga kini belum ada kejelasan.
“Kita sudah usaha buat penagihan, sudah mediasi juga sama Pemda. Cuma aturan kan sudah beda sekarang,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan, adanya kejanggalan dalam proses administrasi yang dilakukan oleh pihak pelaksana, PT SEG. Menurutnya, penandatanganan dokumen dilakukan secara sepihak tanpa penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK) resmi.
“Harusnya keluar SPK waktu itu, tapi ternyata tidak ada. Itu sudah salah secara prosedur. Saya sudah protes, tapi tetap dijalankan. Ujung-ujungnya tanda tangan sepihak,” jelasnya.
Syaiful menambahkan, pihaknya masih menunggu tanggapan dari PT SEG dan berencana melakukan audiensi resmi untuk meminta kejelasan pembayaran.
“Kami akan audiensi dengan PT SEG dan lihat bagaimana reaksinya nanti. Harapannya tentu hak kami bisa dibayarkan,” katanya.
Ia juga menyorot, bukan hanya dirinya yang belum menerima pembayaran. Beberapa vendor lain disebut juga masih menunggu pencairan dana dari pihak terkait.
Sementara itu, Wartasatu mencoba menghubungi Direktur Utama PT Samota Enduro Gemilang (SEG), Diaz Rahmah Irhani selaku promotor event tersebut via ponsel, namun, tak memberikan jawaban. Pesan melalui WhatsApp yang dikirim pun tak mendapat respon hingga berita ini diturunkan. (buk)


Komentar