Pemerintahan
Home » Berita » ‎Gubernur Iqbal Komitmen Kembangkan Budaya NTB Lewat Pembentukan Dinas Baru

‎Gubernur Iqbal Komitmen Kembangkan Budaya NTB Lewat Pembentukan Dinas Baru

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal (dok: ril)

Mataram – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembangunan kebudayaan di daerah dengan membentuk Dinas Kebudayaan sebagai oraganisasi perangkat daerah (OPD) baru yang mulai beroperasi pada Januari 2026.

‎Iqbal menegaskan, langkah pemerintah membentuk Dinas Kebudayaan merupakan upaya menghadirkan ruang kerja yang lebih fokus dan profesional dalam melestarikan serta mengembangkan budaya lokal. Ia mengakui bahwa selama ini urusan kebudayaan berada pada posisi yang kurang ideal karena hanya menjadi salah satu bidang di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

‎”Bagaimana ke depan kita bisa mengembangkan budaya di NTB, apalagi tahun depan InsyaAllah satu Januari resmi kita punya Dinas Kebudayaan. Terus terang sekarang saya nggak punya dinas kendaraan, nggak punya teman mikir, karena Dinas Kebudayaan itu sekarang hanya jadi kabid, salah satu eselon III di bawah Dikbud,” katanya, pada acara Silaturahmi Budaya yang digelar Alumni Jogja Lombok (Joglo) bersama budayawan nasional DR. Ngatawi Al Zastrouw di Rumah Budaya Ruang Tumbuh Merdeka, Labuapi, Lombok Barat, Selasa (18/11/2025).

‎Ia juga mengkritisi kondisi birokrasi sebelumnya, di mana fokus Dinas Pendidikan lebih banyak tersedot pada pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) proyek fisik, sehingga aspek kurikulum dan kebudayaan kerap terabaikan.

‎”Jangankan kebudayaan, wong pendidikan aja nggak dipikirin kok, karena semua mikirin DAK, lebih penting mikirin proyek fisiknya. Bener saya sadar akhirnya nggak dipikirkin yang namanya kurikulum itu, apalagi kebudayaan,” ucapnya.

‎Iqbal menuturkan bahwa ke depan seluruh urusan fisik, termasuk pembangunan dan renovasi sekolah, akan dialihkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Sementara Dinas Pendidikan akan difokuskan sepenuhnya pada penguatan pendidikan, kurikulum, karakter, hingga persoalan sosial seperti bullying.

‎”Dengan sekarang kita pisahkan dinasnya, jadi satu dinas tersendiri. Semua urusan fisik nggak ada lagi di Dikbud, adanya sekarang di PUPR. Biar ini ngurusin pendidikan aja. Karena pendidikan itu sampai mampus nggak bakal selesai mikirinnya karena banyak sekali masalahnya, mulai dari bullying, ada karakter, pengajaran budaya,” jelasnya.

‎Lebih jauh, Iqbal yang juga merupakan alumni Jogja-Lombok menyampaikan apresiasinya atas ruang diskusi budaya yang dihadirkan Joglo. Menurutnya, forum semacam ini menjadi cara untuk kembali menyadarkan masyarakat tentang pentingnya budaya sebagai bagian dari jati diri.

‎”Saya senang sekali Mas Sastro bisa hadir bersama kita di sini untuk diskusi ringan. Hal-hal kayak gini membuat kita lupa siapa kita, jadi lupa baju lah. Nggak ada lagi gubernur, nggak ada lagi cover BPK, jadi teman-teman kumpul di sini kita diskusi-diskusi ringan,” pungkasnya.(ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan