Lombok Barat – Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar), Nurul Adha (UNA) kembali melakukan pemantauan balita stunting di Puskesmas Kediri, Selasa (18/11/25), sebagai bagian dari upaya memperkuat intervensi penurunan angka stunting di daerah.
Dalam agenda tersebut, Wabup UNA menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkan) Lombok Barat telah menyediakan anggaran khusus untuk pengadaan susu formula bagi balita yang terdeteksi stunting. Intervensi ini disebut menjadi salah satu langkah percepatan pemulihan.
“Treatment susu ini sangat membantu tumbuh kembang anak stunting. Kalau dikonsumsi rutin selama tiga bulan, insyaAllah kondisinya bisa membaik,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa efektivitas intervensi tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah. Peran orang tua dalam pemantauan rutin serta kebersihan lingkungan menjadi faktor penting yang ikut menentukan keberhasilan program.
“Kalau sudah ditangani tapi belum menunjukkan perbaikan, bisa jadi ada penyakit lain atau lingkungan yang kurang bersih. Itu harus dicek,” tambahnya.
Lebih lanjut, UNA mengatakan, bahwa Pemkab Lobar saat ini terus menekankan pentingnya deteksi dini agar intervensi dapat diberikan tepat waktu.
“Program pemantauan balita seperti ini diharapkan mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak di seluruh wilayah,” ucapnya. (buk)


Komentar