Pemerintahan
Home » Berita » Pemkab Lombok Barat Bakal Jadikan Monumen GMS Sebagai Ikon Baru Daerah

Pemkab Lombok Barat Bakal Jadikan Monumen GMS Sebagai Ikon Baru Daerah

Monumen Giri Menang Square (GMS) di Gerung, Lombok Barat, Sabtu (29/11/2025). (dok. Buk)

Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat, tengah melakukan penataan kawasan monumen Giri Menang Square (GMS) di bundaran Gerung, untuk menjadikannya sebagai ikon baru daerah sekaligus pusat promosi pembangunan dan pariwisata.

‎Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lombok Barat, Lalu Ratnawi, mengatakan penataan GMS dilakukan dengan menghadirkan sejumlah inovasi, salah satunya teknologi water screen yang diklaim menjadi satu-satunya di Nusa Tenggara Barat (NTB).

‎Ratnawi menjelaskan, water screen tersebut akan dimanfaatkan sebagai media visual yang menampilkan pesan-pesan pembangunan dari Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini dan Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha.

‎”Nanti akan kita siapkan sekitar sepuluh video berisi pesan-pesan pembangunan dari Bupati dan Wakil Bupati yang ditayangkan melalui water screen,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).

‎Selain untuk menyampaikan pesan pemerintah daerah, fitur ini juga disiapkan sebagai sarana promosi wisata dan budaya Lombok Barat agar lebih dikenal publik, baik masyarakat lokal maupun wisatawan.

‎”Water screen ini juga akan menampilkan potensi wisata, budaya, dan kekhasan Lombok Barat,” kata Ratnawi.

‎Tak hanya itu, pemerintah daerah juga membuka ruang pemanfaatan media ini untuk iklan komersial dalam bentuk video, sehingga diharapkan mampu menambah pemasukan daerah.

‎”Letak GMS sangat strategis, berada di jalur masuk menuju Kota Mataram dari Bandara Internasional Lombok dan Pelabuhan Lembar. Dengan potensi ini, kita harapkan bisa memberi nilai ekonomi bagi daerah,” jelasnya.

‎Penataan GMS juga mencakup pembangunan plaza dan taman di sekitar monumen untuk memperkuat fungsi ruang publik terbuka sekaligus mempercantik kawasan agar lebih nyaman dikunjungi masyarakat.

‎Sementara itu, para pedagang kaki lima di sekitar lokasi akan ditata menggunakan tenda bongkar-pasang agar terlihat lebih rapi dan tertib.

‎”PKL tetap kita fasilitasi, tapi ditata supaya kawasan tetap bersih dan estetik,” tambahnya.

‎Penataan monumen GMS yang menelan anggaran sebesar Rp5,75 miliar ini ditargetkan rampung dan diresmikan pada April 2026, bertepatan dengan peringatan HUT Lombok Barat.

‎”Saat ini tinggal tahap perakitan air mancur menari. Insyaallah awal Desember sudah mulai uji coba sekaligus water screennya,” tutup Ratnawi. (buk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan