Lombok Tengah – Penutupan jalur pendakian Gunung Rinjani sejak 1 Januari 2026 tak membuat kawasan sekitarnya kehilangan daya tariknya di saat libur Nataru. Justru, wisata non pendakian di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, ramai diserbu pengunjung.
Pada Jumat (2/1/2026), arus wisatawan domestik terlihat memadati objek wisata Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu. Dua destinasi ini menjadi pilihan utama warga yang ingin berlibur di alam terbuka tanpa harus mendaki.
Polisi Kehutanan BTNGR, Gede Permana, mengatakan lonjakan pengunjung mulai terasa sejak pukul 10.00 Wita. Kepadatan berlangsung hingga sore hari.
“Ramai, padat merayap, didominasi oleh pengunjung lokal, mungkin juga karena berbarengan dengan libur sekolah,” ujar Gede.
Menurutnya, wisatawan yang datang sebagian besar berasal dari berbagai daerah di Pulau Lombok. Mulai dari Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, hingga Lombok Timur.
“Ada beberapa kendaraan nopol EA juga ada. Wisman juga ada, cuma biasanya kalau ramai wisatawan domestik, wisman agak kurang,” jelasnya.
Lonjakan kunjungan ini diperkirakan belum mencapai puncaknya. Gede memprediksi, jumlah pengunjung masih akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.
“Diprediksi nanti puncaknya keramaian pengunjung ini pada hari Minggu tanggal 4 Januari 2026,” katanya.
Padatnya pengunjung terlihat jelas di area parkir. Kendaraan roda dua mendominasi dan meluber hingga parkiran luar kawasan.
“Hari ini penuh, kendaraan meluber sampai parkiran luar, khususnya roda dua,” ungkap Gede.
Sementara itu, kendaraan roda empat juga tak kalah banyak. Bahkan, sebagian harus masuk hingga ke area camping ground.
“Kalau roda empat sampai masuk di areal camping ground. Banyak juga kendaraan pribadi roda empat,” lanjutnya.
Meski ramai, kondisi di lapangan masih terpantau terkendali. Petugas menilai kepadatan belum sampai menimbulkan gangguan serius.
“Hari tadi belum terlalu parah, masih bisa diurai oleh petugas,” kata Gede.
Ia menyebut, pengamanan dilakukan oleh tim gabungan. Unsur Polri dari Polsek setempat diterjunkan, dibantu Dishub Lombok Tengah.
Selain aparat, unsur masyarakat lokal juga dilibatkan. Kelompok pengelola wisata dan unsur desa ikut membantu pengamanan.
“Pastinya dari unsur masyarakat, kelompok pengelola wisata, dan unsur dari desa,” jelasnya.
Meski pendakian Rinjani ditutup, wisata non pendakian menjadi ruang alternatif bagi warga untuk tetap menikmati alam. Air terjun, dengan akses yang lebih ramah keluarga, menjadi pelarian favorit di awal tahun. (nto)


Komentar