Pendidikan
Home » Berita » SD-SMP di Kota Mataram Mulai Uji Coba Kebijakan Sekolah Lima Hari

SD-SMP di Kota Mataram Mulai Uji Coba Kebijakan Sekolah Lima Hari

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, M. Yusuf saat ditemui media di Kantor Wali Kota Mataram. (dok. Buk)

Mataram – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai pekan ini akan menerapkan uji coba kebijakan full day school atau sekolah lima hari penuh pada jenjang SD dan SMP. Kebijakan ini diarahkan untuk menata ulang waktu belajar siswa sekaligus memperkuat peran keluarga dan peningkatan kapasitas guru.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, mengatakan bahwa penerapan sekolah lima hari bertujuan memberikan ruang interaksi yang lebih berkualitas antara anak dan orang tua pada akhir pekan.

“Dengan skema ini, Sabtu dan Minggu dapat dimanfaatkan siswa untuk berkumpul bersama keluarga. Di sisi lain, hari Sabtu tetap digunakan guru untuk pengembangan kompetensi,” ujar Yusuf, Senin (5/1/2026) di Mataram.

Ia menjelaskan, uji coba full day school dimulai pekan ini dan akan dievaluasi secara berkala sebelum ditetapkan secara permanen pada tahun ajaran 2026/2027.

“Secara teknis hari ini sudah mulai, namun karena bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah, kegiatannya masih difokuskan pada sekolah ceria seperti olahraga dan permainan,” katanya.

Lale Syifa Sosialisasi Moderasi Beragama, Program Empat Pilar DPR RI di Pondok Pesantren

Dalam skema baru tersebut, kegiatan belajar mengajar dipadatkan dari Senin hingga Jumat. Untuk tingkat SMP, jam sekolah direncanakan berlangsung dari pukul 07.30 WITA hingga 16.30 WITA, sementara tingkat SD dari pukul 07.30 WITA hingga 15.30 WITA.

Yusuf menambahkan, pada hari Sabtu siswa diliburkan dari kegiatan belajar formal, namun guru tetap masuk sekolah. Waktu tersebut dimanfaatkan untuk peningkatan kompetensi, refleksi pembelajaran, serta perencanaan akademik.

“Guru tidak libur. Hari Sabtu digunakan untuk penguatan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi durasi sekolah yang lebih panjang, sekolah diminta mengoptimalkan kegiatan setelah pukul 12.00 WITA dengan aktivitas yang bersifat edukatif dan religius, seperti salat Zuhur berjamaah, ceramah keagamaan, serta makan siang bersama.

Terkait pemenuhan kebutuhan gizi siswa, pihak sekolah juga akan berkoordinasi dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar penyaluran MBG dapat dilakukan pada waktu makan siang.

Pemprov NTB-InJourney Bentuk Pokja untuk Benahi KEK Mandalika

“Pagi siswa sarapan di rumah, sementara makan siang dapat dipenuhi melalui program MBG,” katanya.

Yusuf menegaskan, Dinas Pendidikan Kota Mataram terus melakukan sosialisasi kepada kepala sekolah dan orang tua murid agar pelaksanaan uji coba full day school dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan masyarakat.

“Kita akan terus melakukan sosialisasi baik ke sekolah maupun orang tua peserta didik,” pungkasnya. (buk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan