Peristiwa
Home » Berita » BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan NTB

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan NTB

Ilustrasi gelombang tinggi laut, (Dok. Istock)

Mataram – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi, hingga 4 meter di sejumlah wilayah perairan Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai 5-6 Januari 2026.

Berdasarkan informasi BMKG, tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan NTB diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter, terutama di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, serta Samudera Hindia selatan NTB.

BMKG menyebutkan, gelombang tinggi tersebut berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran dan masyarakat pesisir. Kondisi ini dipicu oleh adanya dinamika atmosfer, termasuk Bibit Siklon Tropis 91S, pusat tekanan rendah di wilayah Australia, serta sirkulasi angin yang memicu peningkatan kecepatan angin di wilayah NTB.

“Waspada gelombang tinggi yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, dan Samudera Hindia Selatan NTB,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Zam prakirawan, Anggi Dewita, Senin (5/1/2026).

BMKG juga mengingatkan risiko keselamatan pelayaran, khususnya untuk Perahu nelayan, berisiko jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Pemprov NTB-InJourney Bentuk Pokja untuk Benahi KEK Mandalika

Kemudian, Kapal tongkang, berisiko pada angin di atas 16 knot dan gelombang lebih dari 1,5 meter. Kapal feri, berisiko pada angin di atas 21 knot dan gelombang di atas 2,5 meter, dan Kapal besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar, berisiko pada angin di atas 27 knot dan gelombang lebih dari 4 meter.

Selain gelombang tinggi, BMKG juga memperkirakan cuaca di wilayah NTB didominasi cerah berawan hingga hujan sedang, dengan potensi hujan disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah seperti Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta operator pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan menunda aktivitas melaut apabila kondisi cuaca dan gelombang dinilai tidak aman.

“Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir agar selalu waspada terhadap potensi gelombang tinggi,” imbau Anggi. (buk)

Polda NTB Amankan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan