Mataram – Maskapai TransNusa dipastikan akan membuka rute penerbangan langsung Lombok-Darwin, Australia, paling lambat akhir Februari 2026. Rute internasional ini menjadi langkah Pemprov NTB untuk memperkuat konektivitas global sekaligus memperkuat posisi Lombok sebagai destinasi tujuan utama wisatawan mancanegara.
Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar, mengatakan pembukaan rute ini sejalan dengan arahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam memperluas akses penerbangan internasional ke Lombok.
“Insyaallah Darwin buka, TransNusa ini, Darwin-Lombok, sekitar paling tidak akhir Februari. Rencananya empat kali seminggu,” ujar Ervan, pada Minggu (11/1/2026).
Ervan menegaskan, Australia dipilih karena merupakan pasar wisatawan asing terbesar ke Indonesia. Selama ini, wisatawan Australia yang ingin ke Lombok umumnya harus transit di Bali, sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan fast boat atau pesawat kecil.
“Wisatawan tertinggi ke Indonesia kan dari Australia. Ini juga pernah dilakukan dulu, zaman AirAsia sebelum Covid. Karena Covid kan jadi tidak nyambung lagi,” katanya.
Keunggulan TransNusa, lanjut Ervan, terletak pada jenis pesawat yang memiliki bagasi besar. Hal ini menjadi daya tarik khusus bagi wisatawan Australia, terutama peselancar, yang membawa perlengkapan berukuran besar.
“Kalau ATR kan alat surfing tidak bisa masuk, mereka pakai fast boat. Kalau ini, bagasinya bisa masuk,” ucapnya.
Pemprov NTB, kata Ervan, akan memberikan dukungan penuh terhadap pembukaan rute ini, terutama dari sisi promosi dan penguatan sektor pariwisata.
“Kita bantu promosi, pengembangan sektor pariwisata terutama yang diharapkan,” tuturnya.
Untuk mengatasi tantangan ketimpangan penumpang, banyak penumpang Australia ke Lombok, namun belum tentu sebaliknya, Ervan mendorong keterlibatan influencer dan media di dua negara untuk menggencarkan promosi.
“Kita memerlukan influencer, media juga, untuk menggaungkan pariwisata kita. Bisa influencer dari Australia, influencer dari Indonesia, bicara di dua lokasi negara,” tukasnya.
Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam), Aidil Philip Julian, menyambut positif pembukaan rute Lombok-Darwin. Menurutnya, dukungan Pemprov NTB terhadap konektivitas, terutama menopang sektor pariwisata kini terasa sangat nyata.
“Kami sangat bangga. Semangat pak gubernur membangun destinasi itu nyata. Dukungan provinsi masuk sampai ke mikro manajemen, dan itu sangat terasa sekarang,” ujarnya.
Aidil menilai, konektivitas penerbangan antara Lombok-Australia sangat ideal bagi pengembangan pariwisata NTB.
“Airport melihat diri kami sebagai bagian dari industri pariwisata. Konektivitas itu yang paling pas, flight empat sampai lima jam, rotasinya nyambung dengan Bali, dan sekarang juga dibangun konsep destination to destination,” jelasnya.
Ia berharap Lombok tidak lagi sekadar menerima limpahan wisatawan dari Bali, namun kini diharapkan bisa mejadi tujuan utama wisatawan.
“Kami berharap Lombok bukan lagi menjadi spilling, menerima limpahan, tapi menjadi destinasi utama,” tegas Aidil.
Saat ini Bandara Bizam mencatat sembilan rute domestik dan dua rute internasional. Pembukaan Lombok-Darwin akan menambah daftar penerbangan langsung internasional yang dinilai krusial bagi pertumbuhan sektor pariwisata.
“Yang paling menyakitkan itu yang mengawali. Kami bersyukur TransNusa mau mengawali kembali rute yang dulu sempat terbuka,” kata Aidil.
Ia optimistis rute ini akan mendapat respon positif dari para wisatawan mancanegara, terutama karena bertepatan dengan musim panas di Australia.
“Kita menghadapi situasi summer di Australia. Kita ambil momentum itu,” tandasnya. (ril)


Komentar