Hukum & Kriminal
Home » Berita » Ditjenpas NTB Bekali Napi Keterampilan Soal Ketahanan Pangan

Ditjenpas NTB Bekali Napi Keterampilan Soal Ketahanan Pangan

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di salah satu Lapas wilayah NTB sedang melakukan panen ikan lele sebagai bagian dari program Panen Raya Ketahanan Pangan Kemenimipas periode Desember 2025–Januari 2026. (Dok:WartaSatu/ist)

Lombok Barat – Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Nusa Tenggara Barat menggelar Panen Raya Ketahanan Pangan Kemenimipas di Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini menjadi bukti nyata transformasi pembinaan warga binaan (WBin) menjadi pilar swasembada pangan nasional.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto dalam arahannya secara virtual menekankan peran strategis lapas dalam mendukung ketahanan pangan.

“Panen raya ini adalah bukti nyata bahwa sistem pemasyarakatan kita telah bertransformasi menjadi pilar ketahanan pangan. Kita tidak hanya membina orang, tapi juga membangun kemandirian bangsa melalui produktivitas warga binaan yang luar biasa,” tegas Menteri Agus.

Kepala Kanwil Ditjenpas NTB Anak Agung Gde Krisna menambahkan, program pertanian, perikanan, dan peternakan di unit pelaksana teknis (UPT) menjadi sarana pembinaan efektif.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan, etos kerja, dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ungkap Agung Krisna.

Dalami Dugaan Korupsi Sponsorship MXGP, Kejati NTB Jadwal Ulang Pemeriksaan Dirut PT SEG

Capaian panen periode Desember 2025 hingga Januari 2026 di NTB cukup signifikan. Di antaranya, 10 ton padi dari Lapas Terbuka Lombok Tengah, 3,8 ton padi serta 300 kg sayur kangkung dari Lapas Lombok Barat. Selain itu, ribuan kilogram sayuran, ikan lele, hingga hasil peternakan bebek dihasilkan secara kolektif oleh Lapas Sumbawa Besar, Rutan Praya, dan satker lainnya se-NTB.

Seluruh hasil panen serentak ini akan disumbangkan kepada masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini mencerminkan kolaborasi, semangat gotong royong, serta komitmen Ditjenpas dalam mengedepankan sisi kemanusiaan di tengah tugas pembinaan yang profesional.

Keberhasilan panen raya ini menegaskan peran pemasyarakatan sebagai pusat kemandirian berkelanjutan. Transformasi pembinaan yang tepat mampu mengubah tantangan menjadi kontribusi nyata bagi kedaulatan pangan nasional sekaligus misi kemanusiaan di seluruh penjuru negeri.(Zal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan