Pemerintahan
Home » Berita » Sunda Kecil Resmi Jalin Kerja sama, Siap Jawab Tantangan Global

Sunda Kecil Resmi Jalin Kerja sama, Siap Jawab Tantangan Global

Kerja sama provinsi Bali, NTB, dan NTT resmi dimulai setelah pertempuran yang ketiga kalinya oleh para gubernur di kawasan ITDC The Golo Mori, Manggarai Barat, NTT, pada Rabu (28/1/2026). (dok: Biro Adpim Setda NTB)

Mataram – Kerja sama regional antara Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dulunya disebut Sunda Kecil itu kini tidak lagi sekadar kesepakatan di atas kertas. Pemerintah tiga provinsi tersebut memastikan kerja sama ini mulai masuk tahap pelaksanaan.

Hal itu ditegaskan dalam pertemuan antara ketiga gubernur yang digelar di kawasan ITDC The Golo Mori, Manggarai Barat, NTT, pada Rabu (28/1/2026).

Pertemuan ini merupakan lanjutan dari kesepakatan para gubernur waktu di Bali pada 3 November 2025, serta penandatanganan memorandum of understanding (MoU) pada 25 November 2025 lalu di Mandalika, Lombok. Kali ini, pembahasan difokuskan pada langkah nyata agar kerja sama benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan bahwa kerja sama regional ini telah bergerak dari sekadar niat dan komitmen politik menuju realisasi yang mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi kawasan Sunda Kecil ini dapat menjadi contoh regional baru yang tumbuh dari daerah untuk menjawab tantangan nasional dan global.

Tak Miliki Sertifikat Budidaya, KKP Segel Tambak Udang Milik Warga Asing di Lombok Timur

“Kerja sama ini bukan lagi wacana. Kita sudah melihat dampak nyata, salah satunya dari penguatan konektivitas. Jumlah rute penerbangan dari dan menuju NTB meningkat dari 18 menjadi 27 rute,” ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima pada Rabu, (28/1/2026).

Menurutnya, peningkatan jumlah rute penerbangan menjadi tanda bahwa hubungan antarwilayah Bali-NTB-NTT mulai terbangun dan akan terus diperkuat ke sektor lain.

“Ini menunjukkan bahwa integrasi kawasan Bali-NTB-NTT sudah berjalan dan terus berkembang,” sambungnya.

Dalam pertemuan tersebut, organisasi perangkat daerah (OPD) dari ketiga provinsi menandatangani sejumlah kerja sama lanjutan yang mencakup pariwisata, perdagangan antarwilayah, transportasi laut dan udara, hingga kerja sama pengembangan energi terbarukan.

NTB, kata Iqbal, siap mengambil peran penting, salah satunya dengan memimpin kajian pengembangan jaringan energi terbarukan di kawasan Bali-NTB-NTT. Potensi energi matahari, angin, air, dan panas bumi di wilayah ini dinilai cukup besar untuk dimanfaatkan bersama.

Dirut SEG Sakit, Batal Diperiksa Soal Dugaan Korupsi Sponsorship MXGP

Sebagai tuan rumah, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan NTT siap menjadi pusat koordinasi kerja sama melalui pembentukan sekretariat bersama agar program yang disepakati bisa berjalan konsisten.

Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster menyatakan Bali siap menjadi pintu utama pariwisata dan ekspor kawasan. Ia menekankan pentingnya Bali, NTB, dan NTT berkembang bersama sebagai satu kawasan, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Selain membahas kerja sama sektor ekonomi dan konektivitas, pertemuan tersebut juga diisi dengan penandatanganan surat pernyataan kesiapan NTB dan NTT menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Surat itu akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk komitmen bersama.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran kepala daerah, pimpinan DPRD, serta pejabat organisasi perangkat daerah dari Bali, NTB, dan NTT, sebagai sinyal dukungan penuh agar kerja sama regional ini benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (ril)

Tuding SK Muzihir Belum Sah, Akri : Tak Ada Tanda Tangan Sekjen DPP PPP

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan