Mataram — Upaya pengembangan potensi desa wisata di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus digalakkan. Salah satunya melalui inisiatif kelompok mahasiswa Universitas Mataram (Unram) yang sedang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode 2025/2026
Salah satu kelompok KKN Unram yang melaksanakan programnya di Desa wisata Mareje, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Mereka membangun banyak titik-titik spot foto disana dalam rangka meningkatkan daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara terhadap Desa Mareje yang memiliki panorama persawahan alami dan dinilai tak kalah indah dengan kawasan persawahan Ubud, Bali.
Kehadiran spot foto ini diharapkan dapat menjadi pemantik tumbuhnya sektor pariwisata berbasis desa sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Ketua Kelompok KKN Unram Desa Mareje, Muhammad Diaz Naufal Akhdiyat, mengatakan terobosan yang dilakukan mahasiswa KKN tidak semata-mata menghadirkan objek wisata baru, melainkan juga sebagai upaya membangun kesadaran dan pola pikir masyarakat dalam mengembangkan potensi desa secara mandiri dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, kelokan sawah dengan hamparan hijau yang membentang menjadi daya tarik utama Desa Mareje. Potensi tersebut dinilai memiliki nilai jual wisata yang tinggi apabila dikelola dan dikemas dengan baik, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
“Pembuatan panggung spot foto ini bertujuan untuk menyediakan ruang kreatif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus menjadi ikon baru desa yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi potensi lokal,” katanya saat peresmian spot foto Desa Mareje, Rabu (28/1/2026).
Diaz juga mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan spot foto ini tidak lepas dari dukungan serta partisipasi aktif masyarakat Desa Mareje. Sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, warga dilibatkan secara langsung agar memiliki rasa memiliki terhadap fasilitas wisata yang dibangun.
“Mahasiswa KKN juga melibatkan warga desa dalam proses pembangunan, sehingga mereka dapat belajar dan mengembangkan keterampilan baru,” ujarnya.
Program tersebut turut mendapat apresiasi dari Camat Lembar, Sapoan, yang menilai kegiatan KKN Unram di Desa Mareje sebagai langkah positif dalam mendorong pengembangan potensi lokal berbasis partisipasi masyarakat.
“Kami sangat mendukung program ini dan berharap dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan potensi lokal,” dukungnya.
Ia menambahkan, dengan adanya inovasi yang dilakukan mahasiswa KKN Unram serta kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat, pengembangan destinasi wisata Desa Mareje diyakini dapat memberikan dampak signifikan bagi kemajuan desa.
“Mahasiswa KKN juga dapat mengembangkan kemampuan mereka dalam mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang dimiliki untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap spot foto yang telah dibangun dapat menjadi ciri khas Desa Mareje sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mengelola dan memaksimalkan potensi lokal yang dimiliki.
“Dalam jangka panjang, diharapkan Desa Mareje dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan potensi lokal dan meningkatkan daya tarik ruang publik. Mahasiswa KKN juga dapat menjadi agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.(Zal)


Komentar