Ekonomi
Home » Berita » Emas Pemicu Utama Inflasi NTB 3,86 Persen Januari 2026

Emas Pemicu Utama Inflasi NTB 3,86 Persen Januari 2026

Ilustrator harga emas yang memicu terjadinya inflasi. (dok: Raja Emas Indonesia)

Mataram – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat inflasi year on year (y-on-y) pada Januari 2026 mencapai 3,86 persen. Inflasi tersebut ditandai dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,45 pada Januari 2025 menjadi 110,56 pada Januari 2026.

Kepala BPS NTB, Wahyudin, mengatakan inflasi tahunan ini dipicu oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran, termasuk komoditas bernilai tinggi seperti emas perhiasan.

“Secara tahunan, inflasi Januari 2026 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan dari sebelas kelompok pengeluaran,” ujar Wahyudin dalam rilis resmi BPS NTB pada Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 19,83 persen, disusul kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang naik 13,40 persen.

Menurut Wahyudin, dari sisi komoditas, emas perhiasan menjadi salah satu penyumbang utama inflasi y-on-y Januari 2026, seiring tren kenaikan harga emas di pasar global yang turut berdampak ke daerah.

Pemprov NTB Proses Surat Pengajuan Pensiun Dini Pejabat Kena Demosi

“Emas perhiasan bersama tarif listrik, ikan teri, rokok kretek, minyak goreng, daging ayam ras, hingga biaya pendidikan tercatat sebagai komoditas yang dominan memberikan andil inflasi secara tahunan,” jelasnya.

Selain emas, Wahyudin menyebut tekanan inflasi juga datang dari sektor pangan dan jasa, terutama komoditas perikanan serta makanan jadi yang mengalami kenaikan harga dibandingkan tahun lalu.

Di sisi lain, BPS juga mencatat adanya komoditas yang menahan laju inflasi. Komoditas hortikultura seperti cabai rawit, cabai merah, tomat, dan terong, serta sektor transportasi seperti angkutan udara, justru memberikan andil deflasi secara tahunan.

“Penurunan harga beberapa komoditas pangan segar membantu menahan inflasi agar tidak lebih tinggi,” kata Wahyudin.

Kemudian secara bulanan, NTB pada Januari 2026 juga mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,27 persen, dengan emas perhiasan kembali menjadi salah satu komoditas utama pendorong kenaikan harga.

Pemprov NTB Dorong Pelibatan Pelaku Usaha pada Kerjasama Bali, NTB, NTT

“Ini menunjukkan bahwa pergerakan harga emas masih menjadi faktor penting dalam pembentukan inflasi NTB, baik secara bulanan maupun tahunan,” pungkasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan