Pariwisata Pemerintahan
Home » Berita » Festival Bau Nyale Tak Masuk KEN, Pathul Siapkan 1.000 Putri Mandalika

Festival Bau Nyale Tak Masuk KEN, Pathul Siapkan 1.000 Putri Mandalika

Bupati Lombok Tengah, Lalu Fathul Bahri. (dok: ril)

Mataram – Festival Bau Nyale yang menjadi salah satu ikon budaya tahunan di Lombok Tengah dipastikan tidak masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menegaskan komitmennya untuk tetap melaksanakan dan melestarikan tradisi budaya warisan leluhur tersebut.

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, menilai event Bau Nyale bukan sekadar event pariwisata, melainkan bagian dari identitas dan budaya masyarakat Sasak yang harus terus dijaga.

“Ini event kan warisan budaya dari leluhur kita, maka tetap harus kita pertahankan dan budaya di mana-mana bisa menjadikan spot wisata,” ujarnya pada, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, meski tidak masuk kalender event nasional, Bau Nyale tetap memiliki daya tarik yang kuat, terutama bagi wisatawan lokal. Hal itu juga terlihat dari meningkatkan okupansi hotel di sekitaran lokasi tempat berlangsungnya festival menangkap cacing laut tersebut.

“Dan okupansi dari hotel ketika bau nyale ini yang lokalan juga cukup banyak, maka harus tetap dilestarikan. Semua orang harus ikut serta,” katanya.

Staf Ahli Gubernur NTB Minta TPP Dinaikkan, Ngaku Kerja Berat

Pemkab Lombok Tengah, lanjut Pathul, juga berupaya mengemas Bau Nyale ke depan sebagai bagian dari paket wisata terpadu, termasuk dikaitkan dengan event-event nasional dan internasional yag digelar di KEK Mandalika.

“Itulah sebabnya kita juga berharap ke depan ada paket-paket wisata, tanggal sekian ada MotoGP, ada Bau Nyale sehingga orang bisa datang,” jelasnya.

Fathul juga mengungkapkan, meski tidak lolos KEN 2026, Bau Nyale sebelumnya pernah masuk 10 besar event pariwisata nasional versi Kementerian Pariwisata, sehingga pemerintah daerah optimistis festival ini tetap eksis dan memiliki daya saing dengan event-event lainnya.

Untuk pelaksanaan tahun ini, Pemkab Lombok Tengah menyiapkan konsep khusus dengan menghadirkan seribu puteri atau dedara di kawasan Mandalika sebagai simbol tradisi Bau Nyale.

“Ada seribu princess, seribu puteri di Mandalika. Maknanya ya seribu dedara,” katanya.

Dirut SEG-Mantan Dirut Bank NTB Syariah Kompak Sakit, Pemeriksaan Dugaan Korupsi Sponsorship MXGP Tertunda

Diketahui, puncak Festival Bau Nyale 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 7-8 Februari 2026.

Sebelumnya, hasil kurasi Kementerian Pariwisata menetapkan empat event pariwisata NTB lolos masuk KEN 2026, event tersebut yakni Alunan Budaya Desa Pringgasela di Lombok Timur, Festival Rimpu Mantika di Kota Bima, Gili Festival di Lombok Utara, dan Mulud Adat Bayan di Lombok Utara. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan