Pemerintahan
Home » Berita » Pemprov NTB Ajukan 167 Ribu Pasokan Gas Melon Jelang Perayaan Maulid Nabi

Pemprov NTB Ajukan 167 Ribu Pasokan Gas Melon Jelang Perayaan Maulid Nabi

Kepala Dinas Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin. (dok: ril)

Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajukan tambahan pasokan LPG 3 kilogram sebanyak 167.785 tabung untuk mengantisipasi lonjakan permintaan jelang perayaan Maulid Nabi pada 25 Agustus mendatang.

Tambahan pasokan tersebut diajukan untuk tanggal 19-21 Agustus dan 27-29 Agustus. Pengajuan dilakukan untuk memastikan ketersediaan LPG subsidi tetap aman saat meningkatnya konsumsi masyarakat.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin, mengatakan dari total tambahan pasokan tersebut, sebanyak 128.378 tabung dialokasikan untuk Pulau Lombok. Sementara 39.407 tabung lainnya untuk Pulau Sumbawa.

“Sudah ada surat permohonan dari Hiswana Migas kepada kami, dan kami sudah menindaklanjuti ke pusat,” kata Samsudin, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, tambahan pasokan tersebut tidak hanya untuk mengantisipasi kebutuhan saat perayaan Maulid Nabi, tetapi juga untuk menjaga ketersediaan gas melon itu untuk momentum hari besar lainnya dan kegiatan masyarakat.

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Diklaim Telah Terjual 50 Persen

“Kemarin kami sudah koordinasi dengan Hiswana Migas dan Pertamina untuk penambahan kuota menghadapi 17 Agustus dan Maulid Nabi. Pada prinsipnya permintaan hampir sama dengan tahun lalu, namun proses dropping-nya disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan,” jelasnya.

Selain meminta tambahan pasokan, Pemprov NTB kata Samsudin juga memperkuat pengawasan distribusi bersama pemerintah kabupaten/kota, Pertamina, dan Dinas Perdagangan. Pengawasan difokuskan untuk memastikan LPG bersubsidi tetap digunakan sesuai peruntukan sekaligus mengantisipasi kenaikan harga di tingkat pengecer.

Samsudin mengatakan titik distribusi dari SPBE, agen hingga pangkalan relatif lebih mudah diawasi. Namun, persoalan kerap muncul di tingkat pengecer yang berpotensi menaikkan harga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Rata-rata ada oknum di tingkat pengecer yang memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga setinggi-tingginya. Kalau dari SPBE, agen, sampai pangkalan pengawasannya jelas. Yang di tingkat pengecer ini perlu langkah antisipasi bersama, salah satunya melalui operasi pasar,” ungkapnya.

Jika terjadi tekanan pasokan di lapangan, Pemprov NTB bersama instansi terkait juga menyiapkan langkah pengawasan dan penanganan untuk mencegah penimbunan maupun kelangkaan.

Pemprov NTB Tunggu Juknis Pusat soal Alih Status Guru PPPK Paruh Waktu

“Kami selalu mengantisipasi penggunaan besar LPG di hari-hari besar. Makanya kami sudah bersurat untuk penambahan stok ke Pertamina,” tandas Samsudin. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan