Pemerintahan
Home » Berita » Sinta M Iqbal Terpilih Aklamasi Pimpin PMI NTB 2026-2031

Sinta M Iqbal Terpilih Aklamasi Pimpin PMI NTB 2026-2031

Sinta M Iqbal saat menerima pataka PMI sebagai tanda kepemimpinannya. (dok: Biro Adpim NTB)

Mataram – Istri Gubernur NTB, Sinta M Iqbal, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026-2031.

Sinta ditetapkan dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) XII PMI NTB yang digelar di Lombok Astoria, Mataram, Sabtu malam (3/10/2026). Ia menggantikan kepengurusan sebelumnya untuk memimpin organisasi kemanusiaan tersebut selama lima tahun ke depan.

Usai terpilih, Sinta menegaskan kepemimpinan PMI bukan soal jabatan, melainkan pengabdian dan kesiapan hadir ketika masyarakat membutuhkan.

“Ini bukan tentang jabatan. PMI ini adalah tentang pengabdian, bukan tentang siapa yang paling depan, tetapi dengan siapa kita bersedia hadir ketika sesama kita membutuhkan,” ujar Sinta.

Sinta mengaku memiliki kedekatan dengan dunia kepalangmerahan sejak aktif dalam Palang Merah Remaja (PMR) saat sekolah. Menurutnya, menjadi relawan berarti siap bekerja dalam situasi sulit dan mengutamakan kepentingan kemanusiaan.

Polda Pastikan Zero Incident dalam Pengamanan MotoGP Mandalika 2026

“Menjadi relawan berarti bersedia memberikan waktu, tenaga, bahkan hadir di saat-saat yang tidak mudah. PMI tidak hadir di acara hura-hura atau party. Biasanya PMI itu akan hadir di saat ada masalah, kedukaan, air mata, dan kebutuhan yang menuntut gerak cepat, di mana kita harus mengesampingkan kepentingan pribadi,” tuturnya.

Sebagai langkah awal, Sinta akan memetakan persoalan kemanusiaan di Pulau Lombok dan Sumbawa. Ia juga menargetkan pembenahan Unit Donor Darah (UDD) dan manajemen stok darah agar pelayanan PMI semakin menjangkau kebutuhan masyarakat.

Sinta juga meminta dukungan dan bimbingan dari para senior PMI karena dirinya baru bergabung secara administratif dalam kepengurusan organisasi tersebut.

Dalam menjalankan kepemimpinannya, Sinta menekankan pentingnya kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTB. Menurutnya, PMI memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kemanusiaan dan penanganan bencana di daerah.

“Intinya dari Pemprov sangat ingin dan berharap kita semua bisa bekerja bersama. Kalau meminjam bahasa Mamiq Gubernur, PMI dan Pemprov itu harus berjalan seperti rel kereta; harus sama-sama, satu jalan, dan arahnya sama. Insyaallah kita bisa bekerja sama melanjutkan kolaborasi yang sudah terjalin sebelumnya,” ungkap Sinta.

Farin Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna NTB 2026-2031

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat PMI RI Sudirman Said menyambut terpilihnya Sinta sebagai ketua baru PMI NTB. Ia menyebut pengalaman Sinta di bidang sosial dan kemanusiaan menjadi modal untuk melanjutkan kerja PMI di daerah.

“Selamat untuk mendapatkan pemimpin baru. Pak Gubernur juga memberikan informasi bahwa ibu kita ini memang banyak sekali terlibat dalam kegiatan di ranah sosial dan kemanusiaan, tinggal menyambung dengan kegiatan PMI ke depan. Selamat bekerja,” ujar Sudirman Said.

Sudirman mengatakan pelantikan kepengurusan PMI NTB yang baru akan segera dilakukan.

“Dalam waktu dekat kita upayakan supaya Pak JK (Jusuf Kalla), hadir disini mengadakan pelantikan resmi, yang nantinya akan diisi dengan penyampaian harapan dari seluruh kabupaten/kota,” katanya.

Di sisi lain, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang hadir dalam pembukaan Musprov XII PMI NTB menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Ia meminta setiap potensi bencana di NTB memiliki rencana kontingensi yang jelas sehingga setiap unsur penanganan mengetahui tugasnya saat terjadi keadaan darurat.

Polisi Rekayasa Lalu Lintas Kota Mataram Jelang Pawai MotoGP, Ini Titik-Titiknya

“Sekarang di BPBD, salah satu tugas yang saya bebankan adalah untuk membuat contingency plan for every single disaster risk. Karena dengan ada contingency plan, jelas apa peran PMI nanti, apa peran tentara, polisi, BPBD, Dinsos, Dinkes, dan rumah sakit. Sehingga ketika terjadi bencana, orang tidak akan lagi menunggu perintah, masing-masing sudah tahu apa yang harus dilakukan,” urai Iqbal.

Iqbal juga menilai PMI selama ini telah menunjukkan peran penting dalam penanganan berbagai bencana di NTB. Karena itu, ia berharap kepengurusan baru memperkuat basis data relawan sekaligus manajemen stok darah.

“Khusus untuk manajemen stok darah ini, Pemerintah Provinsi NTB, ingin memberikan dukungan, agar kemampuan PMI bukan hanya untuk menyediakan stok darah dan mengolahnya di tingkat provinsi, tapi juga trombosit dan sebagainya. Sehingga kebutuhan masyarakat NTB, terutama pada saat bencana dan kebutuhan di rumah sakit, bisa didukung dan dipenuhi dari PMI NTB nantinya,” tandas Iqbal. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan