Dompu – Gunung Tambora mengambil jeda. Seluruh aktivitas pendakian di kawasan Taman Nasional Tambora resmi ditutup sementara mulai akhir Desember 2025.
Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Abdul Ali Bakry, menyampaikan bahwa penutupan ini berlaku mulai 28 Desember 2025. Kebijakan tersebut diterapkan hingga kondisi dinyatakan aman.
“Penutupan sementara ini mencakup seluruh jalur dan kegiatan wisata pendakian di kawasan Taman Nasional Tambora,” ujar Abdul Ali Bakry dalam pengumuman resmi.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keselamatan manusia. Pemulihan ekosistem juga menjadi pertimbangan penting dalam kebijakan ini.
Menurut Abdul Ali, musim hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memberi tekanan besar pada kawasan konservasi. Aktivitas pendakian saat kondisi ekstrem bisa memperparah gangguan ekosistem.
“Kami ingin memberi kesempatan bagi ekosistem dan keanekaragaman hayati Tambora untuk memulihkan diri secara alami,” katanya.
Balai TN Tambora merujuk pada prakiraan cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid. BMKG memprediksi hujan lebat, angin kencang, dan cuaca ekstrem hingga Februari 2026.
Risiko banjir dan longsor di jalur pendakian menjadi perhatian serius. Kondisi ini dinilai tidak aman bagi aktivitas wisata alam.
Selain itu, kebijakan ini juga mengacu pada Surat Edaran Dirjen KSDAE Nomor 7 Tahun 2025. Surat tersebut mengatur langkah pengelolaan kawasan wisata alam saat libur akhir tahun.
Abdul Ali menegaskan, penutupan bersifat menyeluruh. Baik wisatawan, pemandu, porter, maupun petugas lapangan tidak diperkenankan melakukan aktivitas pendakian.
“Kami mengutamakan keselamatan semua pihak, sekaligus menjaga fungsi konservasi kawasan,” jelasnya.
Pembukaan kembali jalur pendakian akan menunggu hasil evaluasi kondisi lapangan. Pengumuman resmi hanya akan disampaikan melalui Balai TN Tambora.
Pendaki diminta untuk memantau informasi resmi. Menghormati jeda alam menjadi bagian dari tanggung jawab berwisata di kawasan konservasi.
Tambora tidak ke mana-mana. Saat alam kembali stabil, jalur pendakian akan kembali dibuka untuk para petualang. (nto)


Komentar