Hukum & Kriminal
Home » Berita » Ali BD Kembalikan Uang Rp6,778 Miliar dalam Kasus Pembelian Lahan Sirkuit MXGP Samota

Ali BD Kembalikan Uang Rp6,778 Miliar dalam Kasus Pembelian Lahan Sirkuit MXGP Samota

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat memamerkan uang hasil pengembalian kelebihan pembayaran pengadaan lahan untuk pembangunan Sirkuit Motocross Grand Prix (MXGP) Samota, Sumbawa. Total uang yang dikembalikan mencapai Rp6.778.009.410 oleh pemilik lahan, Ali Bin Dachlan alias Ali BD (mantan Bupati Lombok Timur), sebagai upaya mengembalikan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tersebut. Pengembalian diterima langsung oleh pihak Kejati NTB, Senin (19/1/2026).(Dok:WartaSatu/zal)

Mataram – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat (NTB), menerima pengembalian uang kerugian negara sebesar Rp6.778.009.410 dari eks Bupati Lombok Timur, Ali Bin Dachlan (Ali BD), selaku pemilik lahan yang menjadi objek dugaan korupsi pengadaan tanah untuk lintasan Sirkuit Motocross Grand Prix (MXGP) Samota, Kabupaten Sumbawa, tahun 2022-2023.

“Hari ini kami menerima pengembalian dana senilai Rp6.778.009.410 dari ABD dalam kasus pembelian lahan Samota tahun 2022,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTB Wahyudi, kepada awak media, Senin (19/1/2026).

Wahyudi menjelaskan, uang hasil pengembalian tersebut akan ditampung sementara di rekening penampungan milik Kejati NTB di Bank Mandiri Cabang Mataram.

“Sementara, kita akan titip di rekening penampungan milik Kejati NTB, untuk sementara di Bank Mandiri Cabang Mataram,” katanya.

Ia merincikan bahwa nilai kerugian negara sementara ini dihitung berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB, yaitu Rp6.778.009.410 dari selisih kelebihan pembayaran lahan seluas 70 hektar (dari nilai appraisal semula sekitar Rp44 miliar menjadi Rp52 miliar).

Polda NTB Amankan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota

“Kerugian yang sementara dihitung dari hasil pemeriksaan BPKP NTB itu sebesar Rp6,778 miliar. Ini tidak menutup kemungkinan juga bisa berkembang,” tambah Wahyudi.

Penyidik Pidana Khusus Kejati NTB akan terus mendalami perkara untuk menelusuri potensi kerugian negara lebih lanjut dari anggaran total Rp52 miliar tersebut.

“Nanti lihat hasil perkembangan dan penyidikan nanti. Ini bisa terus berkembang dari nilai sebelumnya,” ucapnya.

Pengembalian uang tersebut berasal dari Ali Bin Dachlan sebagai penerima pembayaran lahan (melalui kuasa hukumnya yang menandatangani berita acara). Kasus ini telah menjerat dua tersangka yang ditahan, denga fokus utama pemulihan aset negara.(Zal)

Pemprov NTB Proses Surat Pengajuan Pensiun Dini Pejabat Kena Demosi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan