Pemerintahan Peristiwa
Home » Berita » Arus Mudik di Pelabuhan Lembar Terpantau Sepi, Kapal Berangkat Tanpa Muatan Penuh

Arus Mudik di Pelabuhan Lembar Terpantau Sepi, Kapal Berangkat Tanpa Muatan Penuh

Arus mudik di Pelabuhan Lembar yang terpantau relatif sepi pada Selasa malam, 17 Maret 2026. Terlihat dari jumlah kendaraan roda dua yang tengah antre masuk kepal. (dok: ril)

Lombok BaratArus mudik lebaran 2026 di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, menuju Pelabuhan Padangbai, Bali, terpantau relatif lancar dan tidak mengalami kepadatan hingga Selasa malam, 17 Maret 2026, atau H-3 menjelang Idul fitri.

Aktivitas penyeberangan di rute Lembar-Padangbai terlihat normal. Penumpang yang datang tidak menumpuk, bahkan sejumlah kapal berangkat dengan kondisi penumpang yang tidak terisi penuh.

Hal ini membuat waktu tunggu pemudik relatif singkat dibandingkan periode mudik pada tahun-tahun sebelumnya.

General Manager Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Lembar, Handoyo Priyanto, mengatakan sempat terjadi peningkatan jumlah pemudik sekitar 20 persen dari Pelabuhan Lembar menuju Padangbai saat H-6 lebaran.

Namun lanjut Handoyo, peningkatan tersebut tidak siginifikan sehingga kondisi di lapangan terpantau landai bahkan cenderung sepi.

Toleransi di NTB Kian Nyata, Pawai Ogoh-ogoh di Bulan Ramadan Berjalan Lancar

“Ada peningkatan sekitar 20 persen, tapi memang terlihat landai saja di lapangan,” ujarnya Selasa (17/3/2026) malam.

Ia menjelaskan, berdasarkan data sejak H-10 lebaran, jumlah penumpang yang menyeberang dari Lembar menuju Padangbai tercatat sekitar 9.406 orang, baik pejalan kaki maupun yang menggunakan kendaraan.

Rinciannya, kendaraan roda dua sebanyak 1.383 unit, roda empat 594 unit, bus 49 unit, dan truk 801 unit.

Sebaliknya, jumlah penumpang yang datang dari arah Padangbai menuju Lembar jauh lebih besar, mencapai 25.549 orang.

Ketimpangan jumlah penumpang ini berdampak pada tingkat keterisian kapal dari Lembar, yang beberapa diantaranya hanya terisi sekitar 70 persen dari kapasitas.

Toleransi Beragama, Penyeberangan Lembar-Padangbai Ditutup Sementara

“Kalau dilihat dari perbandingan itu, arus mudik justru lebih banyak dari Padangbai ke Lembar. Kami prediksi nanti saat arus balik baru akan terjadi peningkatan,” kata Handoyo.

Meski demikian, secara keseluruhan jumlah pemudik yang melintasi rute penyebrangan Lembar-Padangbai ataupun sebaliknya, disebutkan bahwa tahun ini tetap mengalami kenaikan sekitar 13,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, salah seorang pemudik, Adi Suprayitno, mengaku perjalanan mudiknya bersama keluarga kecil berjalan lancar tanpa hambatan berarti saat menyeberang dari Lembar.

“Alhamdulillah tidak ramai sama sekali, kayak biasanya saja, normal,” ujarnya.

Adi yang bekerja di Lombok dan hendak pulang ke kampung halamannya di Jember, Jawa Timur memilih mudik mendekati hari Lebaran untuk menghindari kepadatan ekstrem yang sempat terjadi di jalur lain.

Jalankan Perintah BGN, SPPG Senteluk 1 Salurkan MBG Porsi Besar

“Katanya di Gilimanuk sempat macet sampai 40 kilometer. Saya tunggu sampai informasinya mulai berkurang, baru berangkat. Mudah-mudahan besok lancar sampai tujuan,” tuturnya.

Ia menambahkan, biasanya dirinya mudik sekitar satu pekan sebelum Lebaran. Namun tahun ini ia memilih berangkat lebih dekat dengan hari raya demi mendapatkan perjalanan yang lebih nyaman.

“Ini sudah ada keliatan tadi di berita media itu sudah mulai berkurang 10 kilo makanya saya baru jalan,” tandas Adi. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan