Pemerintahan
Home » Berita » Audit Proyek Pokir DPRD NTB Tuntas, Inspektorat Tidak Temukan Permasalahan Serius

Audit Proyek Pokir DPRD NTB Tuntas, Inspektorat Tidak Temukan Permasalahan Serius

Inspektur Inspektorat NTB, Budi Herman. (dok: ril)

Mataram – Inspektorat NTB telah menuntaskan audit terhadap sejumlah proyek yang bersumber dari pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD NTB tahun anggaran 2025, yang pengerjaannya ditemukan banyak belum tuntas atau melewati tahun anggaran.

Inspektorat menyampaikan bahwa audit terhadap proyek-proyek lewat tahun tersebut telah rampung. Dari hasilnya pihak inspektorat tidak menemukan permasalahan yang serius.

“Sudah selesai itu yang lewat tahun itu, hasilnya bagus. Tidak ada permasalahan yang berat,” ujar Inspektur Inspektorat NTB, Budi Herman pada Selasa (10/2/2026)

Meski tidak menemukan permasalahan yang serius dari aspek fisik, namun pihaknya menunggu sejumlah persoalan yang sifatnya administratif. Seperti sejumlah pekerjaan yang secara fisik telah selesai, namun belum dilakukan pembayaran dan serah terima pengerjaan.

“Tapi banyak lah temuannya, kan namanya kita verifikasi lapangan pasti ada temuan. Misalnya ada yang sudah selesai tetapi belum dibayar. Ada yang sudah selesai 100 persen belum serah terima,” katanya.

Angka Kemiskinan NTB Turun, Akademisi Unram Kritisi Standar Miskin

Meski demikian, Budi Herman menegaskan seluruh proyek yang diaudit secara umum telah selesai dikerjakan dan tidak ada yang bermasalah secara fisik atau pengerjaannya.

“Sudah selesai semua, ndak ada yang bermasalah. Ini kan kita lihat pembayaran lewat tahun, jadi kita tidak ngomong selesai tidak selesai,” jelasnya.

Diketahui Inspektorat NTB melakukan audit terhadap sekitar 200 paket proyek Pokir DPRD NTB yang mayoritas berada di Dinas Pertanian NTB. Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan jalan usaha tani dan jaringan irigasi yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, dengan total nilai anggaran mencapai sekitar Rp30 miliar.

“Banyak di Dinas Pertanian proyeknya. Ada irigasi sekarang lagi berjalan. Sekitar 200 proyek,” kata Budi Herman pada Jum’at (16/1/2026).

Saat audit berlangsung, Inspektorat menemukan berbagai macam kondisi di lapangan. Ada proyek yang telah selesai namun belum dilaporkan, ada pula yang belum sepenuhnya rampung sehingga perlu ditelusuri lebih lanjut.

Jaksa Dakwa Brigadir Rizka Tusuk Esco Berulang Kali Gunakan Gunting

“Klarifikasinya beda-beda, ada yang sudah selesai tapi belum dilaporkan. Ada yang belum selesai, makanya diaudit sekarang,” tandasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan