Lombok Timur – Destinasi wisata Pantai Gili Lampu di Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, menjadi salah satu tujuan favorit warga untuk berwisata saat libur Lebaran 2026.
Ribuan pengunjung terlihat memadati kawasan pantai untuk menikmati suasana laut dan beragam wahana wisata yang tersedia.
Sejak pagi hari, wisatawan lokal mulai berdatangan bersama keluarga maupun rombongan. Mereka memanfaatkan momen libur panjang ini untuk berwisata dan bersantai di tepi pantai yang terkenal sejak lama itu.
Salah seorang pengunjung, Rahmat (32), mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menikmati libur Lebaran di Pantai Gili Lampu.
“Setiap Lebaran kami memang cari tempat wisata yang dekat dan nyaman. Di sini airnya jernih, anak-anak juga bisa main dengan aman,” ujarnya kepada WartaOne, Rabu (25/3/2026).
Untuk masuk ke kawasan wisata ini, pengunjung dikenakan tiket yang cukup terjangkau, yakni Rp2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp5.000 untuk kendaraan roda empat. Selain itu, biaya parkir juga diberlakukan dengan tarif yang sama seperti tiket masuk.
Tidak hanya menikmati pemandangan, pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai wahana yang tersedia. Mulai dari penyewaan ban untuk berenang hingga ke tengah laut, hingga layanan perahu yang mengajak wisatawan melihat budidaya terumbu karang dan mutiara.
Seorang pengunjung lainnya, Siti Aisyah (27), mengaku tertarik mencoba wisata perahu bersama keluarganya.
“Tadi kami naik perahu ke tengah, lihat budidaya mutiara. Seru sekali, apalagi biayanya juga cukup murah, cuma Rp 35 ribu per rombongan,” katanya.
Selain itu, wahana banana boat juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi permainan air yang lebih menantang.
Pengunjung lainnya yakni Azra (24), mengaku dengan keberadaan wahana banana boat tersebut menjadi salah satu daya tarik yang membuatnya berkunjung ke Pantai Gili Lampu.
“Main banana boat di sini seru, ombaknya pas. Jadi betah berlama-lama di pantai,” ungkapnya.
Tak hanya itu, ramainya kunjungan wisatawan selama libur Lebaran ini memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal di sekitar kawasan Pantai Gili Lampu.
Para pedagang dan penyedia jasa wisata mengaku mengalami peningkatan pendapatan dibanding hari biasanya.
Bila ingin datang dari Kota Mataram, pengunjung diperkirakan akan menempuh perjalanan selam dua jam lebih 30 menit, dengan jarak sekitar 89 kilometer.
Sementara dari ibukota Kabupaten Lombok Timur, Kota Selong, pengunjung diperkirakan akan melakukan perjalanan selama satu jam, dengan jarak tempuh sekitar 39 kilometer. (ril)


Komentar