Pemerintahan
Home » Berita » Baru Dilantik, Abul Chair Fokus Konsolidasi Birokrasi

Baru Dilantik, Abul Chair Fokus Konsolidasi Birokrasi

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair. (dok: ril)

Mataram – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB Abul Chair yang baru dilantik Kamis (9/4/2026) di Pendopo Gubernur bakal konsolidasi birokrasi. Agenda ini jadi fokus utamanya.

Menurut Abul Chair, langkah tersebut penting sebagai fondasi awal untuk memastikan jalannya pemerintahan yang solid di tengah berbagai tantangan yang dihadapi NTB saat ini. Terutama terkait kondisi fiskal daerah.

“Tantangan kita ke depan tidak ringan. Bagaimana menjaga pertumbuhan di tengah tekanan fiskal, layanan dasar, dan kemudian risiko tata kelola. Jangan sampai kita fokus pada pertumbuhan, tapi kemudian jebol di tata kelola,” katanya usai pelantikan.

Chair, keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, ketahanan fiskal, serta tata kelola pemerintahan harus dijaga secara bersamaan. Karena itu, diperlukan kerja kolektif seluruh elemen pemerintahan, bukan hanya bergantung pada satu pihak.

“Tentu ini tidak kerja sendirian. Pesan Pak Gubernur jelas, jangan bercerai-bercerai, ayo kita bersatu,” ucapnya.

Menteri ATR BPN Rakor di NTB, Bahas RTRW hingga Status Lahan Gili Tramena

Mantan Kepala BPKP Jawa Timur itu juga memaknai pelantikannya sebagai Sekda NTB bukan sekadar jabatan administratif, melainkan amanah untuk bersama-sama membangun daerah.

“Saya dilantik bukan untuk menjadi, tapi untuk memiliki NTB bersama-sama kita. Bukan dimiliki NTB, tapi memiliki NTB, bikin NTB hebat dan bermartabat,” ungkapnya.

Pada tahap awal ini, pria kelahiran Sumenep itu mengaku akan fokus memetakan kondisi internal birokrasi sebelum mengambil langkah strategis lanjutan.

“Periode awal ini tentu menjadi pekerjaan besar. Yang pertama tentu konsolidasi internal, saya berusaha memetakan dulu lebih kurangnya di mana, kemudian kita tentukan langkahnya,” jelasnya.

Sebagai Sekda, Abul Chair menegaskan perannya sebagai penghubung antara kebijakan gubernur dan pelaksana teknis di organisasi perangkat daerah (OPD). Ia ingin memastikan setiap kebijakan dapat diterjemahkan dengan cepat, tepat, dan terukur.

Jadi Saksi Persidangan, Nursalim Sebut Efisiensi Anggaran untuk Tekan Kemiskinan

“Kita pastikan bahwa kebijakan gubernur sudah diterjemahkan secara cepat, tepat, dan terukur oleh masing-masing OPD. Dan itu yang menjadi kerjaan kita terus menerus,” katanya.

Selain itu, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), ia juga menyoroti pentingnya hubungan harmonis antara eksekutif dan legislatif dalam mendukung pembangunan daerah.

“Pembangunan pemerintahan itu bukan cuma di eksekutif, tapi juga di legislatif. Jadi dua-duanya harus bersinergi, dan saya juga menjadi jembatan untuk itu,” ujarnya.

Abul Chair berharap dukungan dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat, media, akademisi hingga sektor swasta, dapat memperkuat upaya pembangunan di NTB.

“Mudah-mudahan dengan dukungan seluruh masyarakat, media, akademisi, dan semua pihak, kita bersama-sama membangun NTB,” pungkasnya. (ril)

Gubernur Iqbal Lantik 13 Eselon II, Diberi Waktu Enam Bulan Kejar Target

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan