Mataram – Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk tidak terlalu larut dalam politik pasca selesainya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Ia menegaskan ASN harus kembali satu barisan dengan kepala daerah, menjaga kekompakan, dan meninggalkan urusan politik yang telah usai.
”Para ASN harus kompak, satu barisan dengan kepala daerah. Politiknya sudah selesai, tinggal bekerja, tinggal bersaudara untuk mewujudkan visi misi tadi,” ujarnya kepada Wartawan usai rapat koordinasi kepegawaian bersama Gubernur dan para Bupati/Walikota di Mataram, Senin (8/12/2025).
Ia mengingatkan, hal itu penting dilakukan agar ASN tidak membawa dinamika politik ke dalam tugas pelayanan publik. Zudan juga bertutur jangan sampai ASN terjebak dalam politik praktis, lantaran akan menggangu kondusifitas kerja-kerja birokrasi.
”Jadi jangan lupa berkinerja tinggi, bersaudara selamanya, berpolitik secukupnya. Politiknya sudah selesai, Pilkadanya sudah selesai,” katanya.
Tak hanya itu, Zudan juga memberikan catatan khusus bagi ASN NTB agar tidak takut memasang target kinerja yang tinggi. Menurutnya, banyak ASN menetapkan target terlalu rendah hanya demi terlihat berhasil.
Ia meminta ASN di NTB lebih berani menetapkan target tinggi agar kinerja birokrasi meningkat signifikan. Hal ini, kata Zudan, sejalan dengan program penataan kepegawaian melalui manajemen talenta yang akan mulai dijalankan pada 2026 mendatang.
”Saya tidak khawatir ASN kita gagal, yang saya khawatir targetnya terlalu rendah. Misalnya menetapkan target 100 padahal mampu 200. Tercapai 120 dikatakan hebat, padahal dia bisa lebih besar dari itu.Maka saya genjot kawan-kawan di sini untuk mengupayakan target yang tinggi sehingga bisa bekerja lebih maksimal,” tegasnya.
Lebih jauh menurut Zudan, sumber daya manusia adalah instrumen utama untuk mewujudkan tujuan pembangunan daerah. Karena itu, peningkatan kualitas ASN menjadi fokus BKN dalam mendukung penuh visi-misi kepala daerah.
”Kita memahami bahwa SDM adalah instrumen untuk mewujudkan tujuan daerah, di sisi lain ada keuangan, ada kelembagaan, tapi yang sangat utama, pundamental adalah bidang sumber daya manusia. Itu hari ini yang kita sentuh,” tukasnya.
Sehingga dengan demikian, Zudan pun optimistis visi-misi Gubernur NTB, yakni NTB Makmur Mendunia dapat diwujudkan lima tahun ke depan melalui penguatan SDM dan kekompakan antara provinsi dan kabupaten/kota.
”Saya optimis visi misi Bapak Gubernur NTB yaitu NTB Makmur Mendunia itu lima tahun kedepan bisa terwujud dengan menyentuh kekompakan dengan para Bupati Walikota,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan melalui rapat koordinasi kepegawaian bersama para bupati dan walikota di NTB, dengan mendatangkan Kepala BKN, diharapkan dapat menghasilkan solusi konkrit atas segala persoalan di tataran kepegawaian.
Iqbal juga berujar kegiatan tersebut dapat mengharmonisasikan para ASN di NTB dalam menyongsong agenda transformasi kepegawaian yang digaungkan oleh pemerintah pusat.
”Tadi diskusinya sangat interaktif sehingga hampir semua kepala daerah yang hadir dalam pertempuran informal itu mendapatkan solusi terhadap persoalan yang dihadapi,” tandas Iqbal. (ril)


Komentar