Lombok Tengah – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nusa Tenggara Barat (NTB), Sadimin meninjau proyek jembatan Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat di Lombok Tengah yang menghubungkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sirkuit Mandalika dengan Pantai Selong Belanak di Kecamatan Praya Barat
Sadimin mengatakan, proyek tersebut ditarget rampung akhir tahun ini. Ia juga menjelaskan progres pembangunan jembatan yang putus akibat banjir awal tahun 2025 lalu itu sudah mencapai 70 persen. Proyek senilai Rp 3,6 miliar ini dikerjakan oleh PT Doro Belo Angkasa.
“Jembatan ini merupakan jalur cukup padat dan cukup vital. Apalagi menjadi akses utama ke Sirkuit Mandalika sampai ke Selong Belanak karena ini jalur pariwisata di selatan, Lombok,” ucap Sadimin saat mengecek pengerjaan jembatan Mekar Sari, Senin siang (1/12/2025).
Sadimin mengatakan, selain perbaikan jembatan, Dinas PUPR juga memperbaiki saluran irigasi sepanjang 100 meter lebih yang amblas akibat banjir pada bulan Februari 2025 lalu.
“Supaya banjir tidak terulang kami berupaya meningkatkan posisi jembatan dari semula setinggi 60 centimeter,” ujarnya.
Sadimin mengatakan, pengerjaan jembatan ini dimulai pada tanggal 26 September 2025 lalu. Selama kurun waktu 3 bulan proyek perbaikan jembatan memasuki tahap pengerasan.
Jembatan dibangun ulang dengan lebar sekira 5 meter ini, Sadimin berujar diharapkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekitar dan pengendara jalan yang melintas.
“Bulan ini harus tuntas pengerjaannya. Kita harap jembatan ini dijaga dan bisa memperlancar konektivitas ke Sirkuit Mandalika,” kata Sadimin.
Warga Dusun Bile Tengak, Desa Mekarsari, Sahdan mengaku nyaris 10 tahun jembatan penghubung wisata Selong Belanak ke Mandalika itu alami kerusakan. Pada akhirnya, jembatan itu terputus total akibat banjir bandang awal tahun 2025 lalu.
“Sudah hampir 10 tahun rusak. Dan benar-benar putus pada awal tahun lalu akibat banjir,” katanya.
Mirisnya, Sahdan berujar, sebelum dibangun jembatan, setiap musim hujan, air yang datang dari arah utara sering meluap dan masuk ke lahan pertanian warga tepat di dekat jembatan tersebut.
“Sudah puluhan tahun kalau musim hujan air pasti masuk ke sawah masyarakat. Sekarang sudah ada irigasi dan jembatan, mudahan semakin bagus,” katanya.
Sahdan pun bersyukur, dengan adanya jembatan yang dibangun itu bisa mempermudah akses warga sekaligus tidak khawatir terjadi banjir jika musim hujan tiba.
“Kami berterimakasih kepada pak Gubernur, sudah memerhatikan kami di Selatan. Mudahan NTB makin mendunia,” pungkas Sahdan.(ril)


Komentar