Peristiwa
Home » Berita » Dea Lipa Beberkan Identitasnya, Akui Laki-laki yang Suka Pakai Jilbab

Dea Lipa Beberkan Identitasnya, Akui Laki-laki yang Suka Pakai Jilbab

Dea Lipa alias Deni Apriadi Rahman memberikan klarifikasi terkait identitasnya sebagai laki-laki yang mengagumi jilbab sebagai simbol kecantikan. (dok: ril)

Mataram – Dea Lipa, penata rias atau make-up artist (MUA) cantik yang belakangan viral di media sosial karena disebut-sebut sebagai laki-laki, akhirnya muncul ke publik dan memberikan klarifikasi terbuka terkait identitas dan kehidupan pribadinya.

Dea Lipa mengungkapkan bahwa nama aslinya adalah Deni Apriadi Rahmah, berusia 23 tahun, berasal dari Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah. Ia menjelaskan bahwa sejak kecil hidup sebagai penyintas disabilitas dengan keterbatasan pendengaran, kondisi yang semakin memburuk setelah mengalami kecelakaan di usia sekitar 10 tahun.

“Saya Deni Apriadi Rahman, berusia 23 tahun, berasal dari Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah. Sejak kecil saya hidup sebagai seorang penyintas disabilitas dengan keterbatasan pendengaran,” ujarnya saat memberi klarifikasi di salah satu cafe di Kota Mataram pada Sabtu, (15/11/2025).

Deni yang bekerja sebagai MUA menyebutkan keterampilan tersebut dipelajarinya secara otodidak melalui YouTube dan media sosial. “Saya bekerja sebagai MuA. Keterampilan ini saya pelajari sendiri melalui media sosial,” tambahnya.

Terkait tuduhan yang menyebut dirinya pernah memasuki masjid dengan mengenakan mukena dan beribadah di saf perempuan, Deni menegaskan hal itu tidak benar. Ia mengatakan tetap menghormati kesucian rumah ibadah dan mematuhi norma-norma dalam beragama.

Kepala Sekolah SMK se-NTB Diperiksa Kejati Soal Dugaan Korupsi DAK Dikbud 2023

“Tuduhan bahwa saya memakai mukena, masuk ke masjid, dan beribadah di saf perempuan adalah tidak benar. Saya menghormati agama, rumah ibadah, tata cara ibadah, dan memahami adab-adab,” katanya.

Ia juga memberi penjelasan mengenai pilihannya mengenakan jilbab pada beberapa kesempatan. Menurutnya, jilbab adalah simbol kecantikan dan kehormatan perempuan Muslim yang sejak lama ia kagumi.

“Saya sama sekali tidak berniat menjadikan busana itu sebagai alat untuk menipu atau melecehkan siapapun. Itu adalah bentuk ekspresi diri saya yang lahir dari kekaguman dan keinginan melindungi diri dari pelecehan,” pungkasnya.

‎Sebelumnya, ‎identitas Deni terbongkar setelah adanya postingan dari akun facebok @Diana_Arkayanti pada Kamis (6/11/2025) lalu. Dalam captionnya, Diana menyebut bahwa penata rias tersebut selama ini tampil dan berperilaku sepenuhnya seperti perempuan. Bahkan banyak laki-laki disebut tertipu oleh parasnya.

‎”Dia seorang mua dari Lombok Tengah, dia bantong dan berhijab. Sudah banyak laki laki tertipu karena tampilannya emang tidak seperti bantong kalau sekilas dilihat. Dia dipuja dan dipuji cantik, dia berhijab,” tulis Diana dalam unggahannya yang dikutip pada Rabu, (12/11/2025).

‎Diana juga mempertanyakan sikap para tokoh agama dan adat yang dianggap membiarkan fenomena tersebut, serta meminta agar masyarakat tidak menormalisasi hal yang dianggap menyimpang. Di sisi lain, awal dia memposting foto tersebut tak banyak netizen yang menyerangnya.

‎”Pemangku adat dan pemuka agama dikampungnya kenapa diam saja. Tolong ini seorang tukang rias penganten dia jenis kelamin laki laki tapi kesehariannya pake hijab, tolong neh tolong banget,” tulisnya.

‎Akibat viralnya unggahan tersebut, banyak pelanggan yang mengaku baru mengetahui bahwa Dea adalah laki-laki. Seorang warganet bahkan menyebut bahwa adiknya pernah berpacaran dengan sosok tersebut.

‎”Untung istri saya dulu hanya dipayas (dipasangkan sanggul) saja. Kalau yang nata wajahnya itu dulu ada temannya yang lain,” kata salah satu pelanggan yang menggunakan jasanya.

‎Korban lainnya, Ahmad Anwar, juga mengalami hal yang sama. Ia bahkan sempat chat-chatan via whatsapp dan sempat mendengar pesan suaranya.

‎”Asli kayak cewek. Saya tidak sangka kalau dia itu cowok. Suaranya dan rupanya kayak cewek seperti biasa,” imbuhnya.

‎Pria asal Praya Barat itu mengaku mendapat kontak yang bersangkutan dari suami temannya yang bekerja sebagai fotografer. Awalnya ia berencana mengajak ketemuan namun setelah beberapa lama berkomunikasi lalu hilang kabar.

‎”Dia (suami temennya) ini juga nggak tau. Hampir saya ajak ketemu dulu, cuma untuk ndak sempat,” bebernya. (ril)

Tim Ahli Gubernur NTB Bantu Percepat Program Strategis di Seluruh OPD

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan