Mataram – Polisi membongkar praktik pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan
(SPHP) Bulog. Seorang pria berinisial INS (29), warga Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, diamankan Satgas dalam operasi Saber Keamanan, Mutu, dan Harga Pangan Provinsi NTB.
Kasus ini terungkap setelah adanya laporan masyarakat yang mencurigai peredaran beras dengan kualitas dan kemasan yang tidak sesuai label. Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan penyelidikan pada praktik curang ini.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB, FX Endriadi, mengatakan, terduga memanipulasi beras bersubsidi untuk dijual kembali sebagai beras medium.
“Modus operandi terduga yakni membeli beras SPHP produksi Perum Bulog, kemudian memindahkan isinya ke dalam karung putih polos ukuran 50 kilogram dan menjualnya sebagai beras medium di kios-kios pasar serta langsung ke konsumen di wilayah Lombok Barat dan Lombok Tengah,” katanya, Kamis (19/02/2026).
Dari lokasi, petugas menyita 140 karung beras ukuran 50 kilogram, 1.400 lembar bekas kemasan beras SPHP ukuran 5 kilogram, 98 karung putih polos, 1.650 kemasan beras SPHP ukuran 5 kilogram, satu unit mesin jahit beserta gulungan benang, serta satu unit timbangan.
Praktik ini diduga merugikan konsumen dan berpotensi mengganggu distribusi beras bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat.
Atas perbuatannya, INS dijerat Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 159 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara dan denda hingga Rp10 miliar.
Endriadi menegaskan, pengawasan distribusi pangan akan terus diperketat, terutama terhadap beras bersubsidi.
Lebih jauh, Satgas juga membuka ruang pengaduan bagi warga yang menemukan pelanggaran, mulai dari harga di atas ketentuan hingga dugaan manipulasi kemasan.
“Kami siagakan personel di Posko Satgas Saber Pangan 2026 di Direktorat Reskrimsus Polda NTB. Kami siap menerima dan menindaklanjuti setiap aduan terkait Pangan yang disampaikan masyarakat,” tutupnya.(zal)


Komentar