Mataram – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB melayangkan surat teguran kepada armada kapal PT Alosim Lampung Pelayaran (ALP) yang melayani rute penyebrangan Poto Tano-Kayangan usai terombang-ambing 5 jam di selat Alas lantaran mati mesin, pada Kamis (20/11/2025).
Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar, menegaskan pihaknya telah mengirim surat teguran kepada PT Alosim Lampung Pelayaran (ALP) yang melayani rute penyebrangan Poto Tano-Kayangan usai kapalnya gagal sandar di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur usai berlayar dari Pelabuan Poto Tano, Sumbawa Barat.
”Ya sudah kami kirim surat teguran itu. Teman-teman sudah melakukan pengecekan kaitan standar pelayanan. Untuk teknisnya dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP),” ujarnya, pada Rabu (26/11/2025).
Berdasarkan hasil identifikasi, kapal yang mengangkut ratusan penumpang dari Pelabuhan Poto Tano Sumbawa Barat itu mengalami overheat dan terjadi kesalahan pada mesin sehingga terjadi los revolutions per minute (RPM) atau penurunan putaran mesin.
”Jadi kapal ini bisa bergerak tapi pelan hanya 10 knot. Sehingga harus ditarik ke Pelabuhan Kayangan,” tukasnya.
Kaitan dengan peristiwa tersebut, Dishub NTB meminta kepala PT ALP untuk segera melakukan perbaikan armada atau melakukan pergantian armada jika ingin tetap berlayar.
”Ini kapal kan sudah tua. Jadi kami minta segera ganti armada dan perbaiki armada. Ini kan jelang libur natal dan tahun baru (Nataru),” tegasnya.
Selain itu, Dishub NTB juga telah melakukan koordinasi dengan KSOP untuk melarang sementara kepada Kapal milik PT ALP untuk melakukan penyebrangan sebelum armada dilakukan perbaikan atau pergantian.
”Ya segera ganti armada. Ini mau nataru, tidak boleh nyebrang dulu ya,” katanya.
Dari data sementara Ervan berujar, dari sekitar 27 kapal yang melayani rute Pelabuhan Kayangan menuju Poto Tano Sumbawa Barat, 5 hingga 6 kapal masuk kategori tua. Kapal-kapal ini diharapakan rutin melakukan docking untuk mengantisipasi hal serupa kembali terjadi.
”Ya sekitar 5-6 kapal. Jadi melakukan docking itu wajib ya setiap tahun untuk menjaga kesehatan mesin kapal,” tandasnya.
Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kayangan, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengungkapkan kronologi lengkap kapal Ferry rute Pulau Sumbawa-Lombok yang terombang-ambing 5 jam di tengah laut selat Alas karena mati mesin. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (20/11/2025).
”KMP Mutiara Indonesia milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) berlayar dari Pelabuhan Poto Tano menuju Pelabuhan Kayangan pada Kamis (20/11/2025),” ucap General Manager ASDP Cabang Kayangan, Erlisetya Wahyudi.
Erlisetya mengaku kapal mengalami hambatan perjalanan akibat arus laut yang sangat kuat saat melintas di sekitar Gili Kondo Selat Alas. Kondisi itu diperburuk gangguan pada Flexible Main Engine (ME), sehingga tenaga mesin tidak optimal untuk melawan arus.
”Demi keselamatan seluruh penumpang dan ABK, nakhoda memutuskan menghentikan pelayaran sementara di perairan aman dekat Gili Kondo,” pungkasnya. (ril)


Komentar