Pemerintahan
Home » Berita » Ekspor NTB Turun 33,80 Persen Sepanjang 2025

Ekspor NTB Turun 33,80 Persen Sepanjang 2025

Kepala BPS NTB, Wahyudin. (dok: ist)

Mataram – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengeluarkan hasil survei nilai ekspor NTB sepanjang Januari-Desember 2025 mengalami penurunan signifikan. Total nilai ekspor NTB pada 2025 tercatat sebesar US$ 1,69 miliar, turun 33,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai US$ 2,56 miliar.

Kepala BPS NTB, Wahyudin, mengatakan bahwa penurunan tersebut dipengaruhi oleh fluktuasi ekspor komoditas utama, khususnya sektor pertambangan dan perhiasan yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor NTB.

“Secara kumulatif, nilai ekspor NTB sepanjang 2025 memang mengalami kontraksi cukup dalam jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ujar Wahyudin dalam rilis resmi BPS, Selasa (3/2/2026).

Meski demikian, Wahyudin menegaskan bahwa kinerja ekspor NTB menunjukkan perbaikan kuat pada akhir tahun. Pada Desember 2025, nilai ekspor NTB justru melonjak tajam dibandingkan Desember 2024.

“Jika dibandingkan Desember tahun sebelumnya, nilai ekspor NTB Desember 2025 meningkat sangat signifikan, yakni mencapai 368,28 persen,” jelasnya.

Jaksa Kembali Terima Berkas Kasus Masker Pemprov NTB

BPS mencatat, lonjakan ekspor pada Desember 2025 terutama ditopang oleh komoditas barang galian/tambang nonmigas, perhiasan atau permata, serta tembaga. Barang galian/tambang nonmigas menjadi komoditas ekspor terbesar pada Desember 2025 dengan nilai US$ 346,83 juta atau 54,76 persen dari total ekspor bulan tersebut.

Wahyudin menjelaskan, sepanjang 2025 struktur ekspor NTB masih didominasi oleh sektor pertambangan dan produk turunannya. Komoditas tembaga menjadi penyumbang terbesar dengan nilai US$ 671,13 juta atau 39,54 persen, disusul barang galian/tambang nonmigas sebesar US$ 541,18 juta dan perhiasan/permata sebesar US$ 444,31 juta.

“Ketergantungan pada komoditas tertentu membuat nilai ekspor NTB cukup sensitif terhadap dinamika produksi dan permintaan global,” kata Wahyudin.

Dari sisi negara tujuan, Wahyudin menyebut Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor NTB sepanjang 2025 dengan nilai US$ 459,12 juta, diikuti Swiss dan Korea Selatan. Sementara khusus Desember 2025, ekspor NTB paling banyak ditujukan ke Korea Selatan, disusul Swiss dan India.

“Komposisi negara tujuan ekspor menunjukkan pergeseran pada akhir tahun, seiring meningkatnya pengiriman komoditas tambang ke beberapa negara Asia,” pungkasnya. (ril)

Pemprov NTB Ungkap Jabatan Kadis Kebudayaan Banyak Diminati Akademisi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan