Lombok Barat – Kondisi darurat sampah terjadi di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Tumpukan sampah menggunung di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) akibat pembatasan pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok yang kini nyaris penuh.
Pantauan di lokasi, Selasa (9/12/2025), sampah terlihat menumpuk hingga meluber ke badan jalan. Kendaraan roda tiga pengangkut sampah antre dalam kondisi penuh muatan tanpa bisa membuang isi ke TPA. Aroma menyengat tercium kuat, memaksa sejumlah pengendara menutup hidung saat melintas di sekitar TPS.
Salah seorang petugas pengangkut sampah mengaku, kondisi tersebut sudah berlangsung hampir satu pekan. Sampah yang seharusnya diangkut setiap hari terpaksa tertahan karena pembatasan rit pembuangan ke TPA.
”Sudah hampir seminggu enggak bisa dibawa ke Kebon Kongok. Sampah terus masuk, tapi enggak bisa keluar,” ungkapnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat, M Busyairi, membenarkan terjadinya penumpukan sampah di sejumlah TPS. Ia menjelaskan, pembatasan dilakukan karena kapasitas landfill TPA Kebon Kongok mulai melebihi daya tampung.
”Kondisi landfill sudah hampir penuh, sehingga Lombok Barat dibatasi hanya satu rit per hari,” katanya.
Menurut Busyairi, pembatasan tersebut berdampak langsung terhadap ritme pengangkutan sampah di lapangan. Proses penjadwalan armada menjadi tidak optimal menghadapi volume sampah harian yang terus meningkat.
”Kami sedang rapatkan pengaturan rute dan jadwal armada agar pengangkutan bisa lebih efektif di tengah pembatasan ini,” jelasnya.
Ia mengakui belum ada kepastian sampai kapan regulasi pembatasan tersebut diberlakukan. Oleh karena itu, DLH tengah menyiapkan sejumlah langkah alternatif untuk mencegah krisis sampah semakin meluas.
”Ke depan, kami dorong masyarakat mulai memilah sampah dari rumah. Selain itu, kami juga akan mengaktifkan kembali TPST dan TPS3R yang ada sebagai solusi sementara,” pungkas Busyairi. (buk)


Komentar