Religi
Home » Berita » Iqbal Konsolidasikan Kekuatan Suku Sasak Lewat Nilai Tindih, Maliq, dan Merang

Iqbal Konsolidasikan Kekuatan Suku Sasak Lewat Nilai Tindih, Maliq, dan Merang

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal saat dianugerahi gelar oleh Pengerakse Majelis Adat Sasak, Lalu Sajim Sastrawan di Lombok Barat, Rabu (10/12/2025). (dok. Buk)

Lombok Barat – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai luhur masyarakat Sasak sebagai fondasi membangun daerah. Tiga prinsip utama, Tindih, Maliq, dan Merang, disebut sebagai karakter budaya yang harus menjadi pegangan pemimpin dan masyarakat NTB dalam menjaga persatuan serta mempercepat pembangunan.

Hal itu disampaikan Iqbal usai dianugerahi gelar kehormatan Menggala Gumi Sasak oleh Majelis Adat Sasak (MAS), Rabu (10/12/2025). Ia menilai keberadaan Bangsa Sasak di Pulau Lombok bukan sebuah kebetulan, melainkan amanah sejarah yang menuntut tanggung jawab kolektif dalam merawat tanah yang subur dan kaya potensi ini.

“Pulau Lombok yang gemah ripah ini membutuhkan karakter masyarakat yang kuat untuk menjaga dan memeliharanya, yaitu Tindih, Maliq, dan Merang,” ujar Iqbal.

Iqbal menjelaskan, Tindih mencerminkan sikap jujur, tulus, dan berintegritas, nilai moral yang menuntun seseorang untuk bertindak hati-hati dan penuh tanggung jawab. Sementara Maliq dimaknai sebagai kepatuhan terhadap tatanan norma dan aturan, terutama nilai keagamaan, yang menumbuhkan semangat berkorban demi kepentingan bersama.

“Kepentingan pribadi harus gugur ketika berhadapan dengan kepentingan kolektif. Orang Sasak tidak menukar kepentingan bersama hanya untuk sesuap nasi,” tegasnya.

Tuding SK Muzihir Belum Sah, Akri : Tak Ada Tanda Tangan Sekjen DPP PPP

Adapun Merang diartikan sebagai sikap rendah hati namun tidak mau direndahkan, tenang tetapi tegas, pemaaf tanpa kehilangan ketegasan prinsip. Menurut Iqbal, nilai ini mencerminkan karakter masyarakat Sasak yang siap berdiri bersama menjaga kebenaran, apa pun risikonya.

Selain itu, Iqbal mengajak seluruh elemen masyarakat NTB, khususnya Bangsa Sasak, untuk mengonsolidasikan kekuatan demi mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.

“Mari kita satukan kekuatan Sasak untuk membangun NTB ke depan. Amanah dari 1,2 juta pemilih dan sekitar 6 juta masyarakat NTB adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Ia menegaskan, kemakmuran adalah hak seluruh rakyat NTB. Untuk mencapainya, dibutuhkan situasi yang kondusif agar pemerintah dapat bekerja maksimal melaksanakan program pembangunan.

“Rakyat NTB berhak hidup sejahtera dan dalam suasana yang aman, sehingga pemerintahan bisa fokus sepenuhnya untuk membangun dan mewujudkan kemakmuran tersebut,” pungkas Iqbal.

Jaksa Kembali Terima Berkas Kasus Masker Pemprov NTB

Sebelumnya, Majelis Adat Sasak (MAS) menganugerahkan gelar kehormatan Menggala Gumi Sasak kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, dalam rangkaian Festival Budaya Lombok Mirah Adi sekaligus Milad ke-30 MAS yang digelar di Golong, Narmada, Lombok Barat, Rabu (10/12/2025).

Pengerakse Majelis Adat Sasak, Lalu Sajim Sastrawan, menjelaskan bahwa gelar Menggala merupakan konsep kepemimpinan tradisional Sasak yang menekankan keadilan tanpa pandang bulu serta kemampuan menghimpun seluruh elemen masyarakat.

“Menggala itu pemimpin yang adil dan bijaksana. Ia memandang masyarakat sebagai kekuatan untuk membangun daerah. NTB bukan hanya Sasak, tetapi juga Samawa, Mbojo, dan Dompu yang harus berhimpun membangun tanah ini bersama,” ujarnya.

Menurut Sajim, dasar pemberian gelar tersebut merujuk pada falsafah Tri Datu (Datu Telu), yakni konsep kepemimpinan kolektif suku sasak yang menyatukan unsur pemerintahan, adat, dan agama melalui peran Pengerakse (Pemerintahan), Pemangku (tokoh agama), dan Penghulu (tokoh adat). (buk)

Pemprov NTB Ungkap Jabatan Kadis Kebudayaan Banyak Diminati Akademisi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan