Lombok Timur – Perbaikan jalan Pohgading-Tanjung Geres di Lombok Timur sepanjang 4 kilometer sudah memasuki tahap akhir. Jalan yang dulunya rusak parah itu kini sudah mulus, tinggal dicat pada bahu jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB Sadimin mengatakan, konstruksi jalan yang digunakan adalah perkerasan aspal tiga lapis dengan total ketebalan 18,5 cm yang dirancang untuk daya tahan hingga 10 tahun, kuat dilewati kendaraan berat.
Proyek perbaikan jalan ini panjangnya 4 kilometer. Dari keseluruhan tersebut, sekitar 1 kilometer merupakan jalan yang mengalami kerusakan berat, sementara sisanya dikerjakan untuk pelebaran dan pengaspalan ulang.
“Rusak berat, yang di sini, ini sekitar 1 kilometer, sisanya pelebaran sama pengaspalan saja. Kalau di sini mulai dari pondasi sampai LPA (Lapis Pondasi Agregat) dan lapisan perkerasan-nya yang tebalnya sekitar 18,5 cm,” katanya saat mengecek kondisi jalan bersama timnya, Senin (1/12/2025).
Ketebalan 18,5 cm tersebut berasal dari tiga lapisan aspal. Pada lapis pertama menggunakan Asphalt Concrete Binder Course dengan tebal 8 cm berfungsi sebagai lapisan peredam tekanan dan penahan beban dinamis kendaraan secara efektif.
Untuk lapis kedua menggunakan binder course dengan tebal sekira 4 cm yang berfungsi sebagai kekuatan struktural tambahan. Sedang untuk lapis ketiga menggunakan Asphalt Concrete Wearing Course yang digunakan sebagai penutup kedap air setebal 6,5 cm berfungsi sebagai lapisan permukaan yang bersentuhan langsung dengan beban lalu lintas.
Dengan total ketebalan tersebut, Sadimin meyakini proyek ini akan memiliki daya tahan yang optimal. Mengingat wilayah tersebut sering dilalui kendaraan berat pengangkut material galian C, spesifikasi konstruksi sengaja dibuat kokoh.
“Sesuai ketentuan, yang ini sekitar 10 tahun (ketahanan),” katanya.
“Makanya sampai 18 cm cuman risikonya kan akhirnya yang kita tangani hanya dapat sedikit. Karena aspalnya yang mahal kan. Nilainya Rp 28 miliar hanya bisa 4 kilo,” tambahnya.
Lapisan aspal dengan kombinasi AC-BC dan AC-WC memang dirancang untuk jalan raya utama, jalan industri, dan jalan dengan volume lalu lintas serta beban kendaraan yang tinggi.
Sadimin turut menyampaikan imbauan kepada para pengusaha dan pengemudi kendaraan berat yang melintas agar ikut menjaga kualitas jalan yang telah diperbaiki.
“Harapannya nanti truk-truk pasir itu ditutup pakai terpal, supaya enggak membahayakan masyarakat kalau sampai jatuh-jatuh,” pintanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan menyiram aspal tidaklah bagus, melainkan harusnya ada kewajiban untuk membersihkan sisa material yang berceceran.
“Kalau disiram kan enggak bagus aspal itu, jadi dibersihkan. Kalau materialnya di sini kan sudah cukup bagus. Material AMP, tanahnya kan rata-rata pasir batu kan, jadi untuk bahan jalan ini memang cukup bagus,” pungkasnya. (ril)


Komentar