Mataram – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) memastikan bahwa hingga saat ini seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani masih dibuk, meskipun cuaca ekstrem tengah melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala BTNGR, Yarman, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi cuaca maupun situasi di jalur pendakian. Ia menyebut lonjakan intensitas hujan yang terjadi belakangan ini masih berada dalam kategori yang tidak membahayakan aktivitas wisatawan.
“Kita selalu pantau baik pendakian maupun non pendakian. Sejauh ini belum ada penutupan. Memang tingkat curah hujan cukup tinggi pada jalur normal sebenarnya, itu biasa terjadi, dan masih belum mengganggu dan membahayakan aktivitas wisata,” ujarnya, Kamis (11/12/2025)
Yarman menegaskan, keputusan penutupan jalur akan dilakukan jika kondisi cuaca menunjukkan potensi risiko yang membahayakan keselamatan pendaki.
“Kalau memang kondisi memungkinkan kita tutup, kita akan tutup,” tegasnya.
Selain pemantauan cuaca harian, BTNGR juga memiliki agenda penutupan tahunan untuk keperluan pemulihan ekosistem maupun perbaikan kondisi jalur. Penutupan ini biasanya dilakukan pada Januari hingga Maret, sebagaimana diterapkan setiap tahun.
“Secara rutin kami tiap tahun melakukan penutupan dalam rangka pemulihan ekosistem dan jalur. Biasanya Januari hingga Maret. Kita juga mengikuti kondisi cuaca dari informasi BMKG,” jelas Yarman.
Dengan meningkatnya minat pendakian menjelang libur akhir tahun, BTNGR mengimbau pendaki agar terus memperbarui informasi resmi dari pihak taman nasional serta mempersiapkan perlengkapan pendakian yang sesuai dengan kondisi musim hujan. (buk)


Komentar