Lombok Tengah – Hujan deras yang mengguyur wilayah Lombok Tengah sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi menyebabkan jembatan pepandan penghubung Desa Bonder dengan Desa Tanak Rarang, Kecamatan Praya Barat, terputus, Sabtu (29/11/2025).
Kepala Desa Bonder, Selamat Riadi, mengatakan jembatan putus akibat debit air sungai yang meningkat drastis setelah hujan intens mengguyur kawasan tersebut sejak pukul 22:00 Wita.
”Iya, karena hujan deras dan debit air sungai cukup tinggi sehingga jembatan tidak mampu menahan terjangan arus,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu sore.
Jembatan tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas sehari-hari warga, khususnya sebagai akses ekonomi dan layanan kesehatan. Selama ini, kata Selamet, warga Desa Bonder mengandalkan jembatan itu sebagai satu-satunya jalur menuju sejumlah wilayah tujuan, termasuk ke arah Desa Setanggor untuk mengakses klinik kesehatan.
”Jembatan ini memang jembatan vital, akses ekonomi dan akses kesehatan warga menuju setangor, hampir sebagian warga bonder untuk kesehatan ke setanggor,” jelas Selamat.
Akibat terputusnya jembatan tersebut, aktivitas warga lumpuh sementara. Mobilitas masyarakat untuk bekerja, berjualan, maupun berobat menjadi terhambat.
Meski demikian, Selamat memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dampak yang dirasakan sejauh ini lebih pada terganggunya aktivitas warga, sementara kerusakan permukiman dilaporkan tidak signifikan.
”Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Hanya jembatan yang rusak, dan beberapa warga terdampak banjir. Untuk kerusakan rumah tidak ada yang serius, cuma warga tidak bisa beraktivitas seperti biasa karena akses terputus,” katanya.
Pemerintah desa saat ini, telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi penanganan darurat agar akses warga dapat segera dipulihkan.
”Kami sudah melaporkan ke pemerintah kecamatan untuk bisa diteruskan ke Pemerinta Daerah untuk mencari solusi bersama untuk jembatan ini. Harapan kita, Pemda lombok tengah bisa mengambil sikap segera,” pungkasnya. (buk)


Komentar