Peristiwa
Home » Berita » ‎Jenazah PMI Asal NTB Dipulangkan dalam Kondisi Badan Penuh Jahitan, ada Apa?

‎Jenazah PMI Asal NTB Dipulangkan dalam Kondisi Badan Penuh Jahitan, ada Apa?

Jenazah Muhammad, 48 tahun, PMI asal Dusun Nibas, Masbagik Utara Baru, tampak dengan luka jahitan memanjang di bagian dada hingga leher setelah dipulangkan dari Malaysia, Rabu (19/11/2025). (Dok: Pemeritah Desa Masbagik Utara Baru)

Lombok Timur — Kepulangan jenazah Muhammad, 48 tahun, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Nibas, Desa Masbagik Utara Baru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) meninggalkan duka bercampur tanda tanya. Korban yang dipulangkan dari Malaysia pada 30 Oktober 2025 itu ditemukan dengan kondisi tubuh penuh jahitan, membuat keluarga curiga ada kejanggalan dalam kematiannya.

‎Kecurigaan bermula saat keluarga menerima foto jenazah dari rekan almarhum yang ikut proses kremasi di Malaysia. Di foto itu terlihat jahitan memanjang dari dada hingga leher, termasuk bagian mata yang juga dijahit rapih.

‎“Jahitannya sangat rapi, seperti pernah dibedah,” kata Mulyadi, kakak korban, Rabu (19/11/2025).

‎Padahal, narasi awal yang diterima keluarga menyebut korban mengalami kecelakaan saat hendak pergi ke masjid. Kondisi jenazah yang dipenuhi jahitan tidak selaras dengan penyebab kematian yang disampaikan.

‎“Sejak itu kami mulai curiga dan berharap ada keterangan yang lebih jelas,” ucap Mulyadi.

‎Muhammad meninggalkan dua anak. Meski keluarga berusaha ikhlas, mereka tetap meminta penjelasan resmi dari pemerintah mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

‎“Kami hanya ingin kejelasan, itu saja,” ujarnya.

‎Pemerintah Desa Masbagik Utara Baru juga turun tangan setelah melihat foto jenazah. Kepala Desa Khairul Ikhsan menyebut kondisi tersebut tidak wajar dan harus ditindaklanjuti.

‎“Ini sudah masuk kejahatan kemanusiaan, dugaan kami organ korban diambil,” tegas Khairul.

‎Ia menegaskan, keberangkatan korban secara non-prosedural tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan perlindungan negara.

‎“Negara wajib hadir, ini soal nyawa. Urusan dia berangkat gelap atau terang itu lain,” katanya.

‎Pihak keluarga juga sempat tidak diperkenankan memeriksa kondisi jenazah saat tiba di rumah, membuat dugaan penyembunyian informasi semakin menguat.

‎“Kami tidak mau ini jadi bola liar di masyarakat, jadi harus diusut terang,” ujar Khairul.

‎Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan BP2MI dan instansi terkait, termasuk mengirimkan foto jenazah sebagai bahan awal pemeriksaan. Mereka menegaskan akan mengawal kasus ini hingga ada kepastian.

‎“Kami akan kawal sampai ada kejelasan,” imbuhnya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, H. Soeroto, mengatakan masih menunggu laporan resmi dari BP2MI. Ia menyebut pemulangan PMI dari Malaysia dalam beberapa hari terakhir memang cukup banyak.

‎“Tadi malam ada 21 orang dipulangkan dan masih banyak yang menyusul,” kata Soeroto.(zal).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan