Mataram – Keluarga Bahrul Ulum (21), mahasiswa yang ditemukan tewas di Pantai Kerandangan 3, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, Kamis (11/12/2025) kemarin, menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah.
Hal tersebut diungkapkan, Kepala Lingkungan Sembalun, Kelurahan Tanjung Karang, Mataram, Muhammad Amin.
Dikatakan, penolakan tersebut sudah disampaikan secara tertulis kepada pihak kepolisian.
“Dari hasil musyawarah dengan keluarga semalam, kesepakatannya sudah bulat untuk tidak diautopsi,” ujar Amin, Jumat (12/12/2025).
Ia menegaskan, keluarga ingin proses pemakaman segera dilakukan dan tidak memperpanjang proses pemeriksaan medis.
“Keluarga sudah memutuskan untuk menolak melakukan otopsi, agar langsung bisa dilakukan pemakaman. Kami juga sudah menandatangani surat persetujuan untuk menolak autopsi,” ucapnya.
Ia menambahkan, keluarga sudah menerima lapang dada terkait kematian almarhum.
“Keluarga sudah ikhlas, sudah terima kalau ini memang bunuh diri,” ungkapnya.
Saat ini, Jenazah almarhum Bahrul Ulum kemudian telah dimakamkan pada Jumat sore sekitar pukul 16.00 Wita.
Sebelumnya, seorang pria ditemukan tewas tergantung di kawasan Pantai Kerandangan, Desa Senggigi, Kecamatan Batu Layar, pada Kamis (11/12/2025) sore.
Dalam video yang beredar di media sosial, mayat terlihat dalam posisi meringkuk menghadap kanan dengan leher terlilit tali berwarna biru. Ujung tali lainnya terikat pada batang pohon pandan yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Penemuan pertama dilaporkan oleh seorang pria Warga Negara Asing (WNA) yang kebetulan sedang berjalan di sekitar pantai. WNA tersebut kemudian memberi tahu warga dan aparat sekitar lokasi.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Kepolisian, korban diketahui bernama Bahrul Ulum (21), warga Kelurahan Tanjung Karang, Kota Mataram.
Bahrul Ulum tercatat sebagai mahasiswa aktif Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 45 Mataram. Informasi tersebut disampaikan Kapolsek Batu Layar, Kompol I Putu Kardhianto, setelah kepolisian berhasil menghubungi keluarga korban.
“Dia ini mahasiswa dari Mataram,” kata Kardhianto. (buk)


Komentar