Kesehatan Pendidikan
Home » Berita » KKN Unram Hadirkan Inovasi Cookies Kelor Cegah Stunting di Desa Kertasari Lombok Timur

KKN Unram Hadirkan Inovasi Cookies Kelor Cegah Stunting di Desa Kertasari Lombok Timur

(Dok. Ist)

Lombok Timur – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (Unram) periode 2025/2026 sukses melaksanakan program sosialisasi dan pelatihan pengolahan pangan sehat di Desa Kertasari, Kecamatan Labuhan Haji.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 22 Januari 2026, di Aula Kantor Desa Kertasari ini berfokus pada pemanfaatan potensi lokal melalui “Pembuatan Cookies Kelor sebagai Upaya Pencegahan Stunting”.

Sekretaris Desa Kertasari Abdul Majid mengatakan pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi aktif antara mahasiswa dengan berbagai elemen penting di desa, mulai dari Ibu-ibu PKK, para Kader Posyandu, hingga perwakilan warga.

Kehadiran para kader dari berbagai wilayah, meliputi Dusun Teliah, Toron, Toron Selatan, Montong Seneng, Padak, dan Mertasari, menunjukkan tingginya komitmen bersama dalam meningkatkan status gizi anak-anak di Desa Kertasari.

“Inisiatif ini hadir sebagai respons terhadap tantangan pemenuhan gizi anak, di mana konsumsi sayuran seperti kelor seringkali kurang diminati oleh anak-anak jika diolah secara konvensional,” ujar Majid, Jumat (23/1/2026).

Jalankan Perintah BGN, SPPG Senteluk 1 Salurkan MBG Porsi Besar

Melalui program ini, daun kelor yang melimpah di desa dan dikenal sebagai superfood dikreasikan menjadi bentuk cookies atau kue kering. Transformasi bentuk ini bertujuan agar asupan gizi penting dapat masuk ke tubuh anak dengan cara yang lebih menyenangkan dan disukai.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pendalaman materi mengenai bahaya stunting dan pentingnya gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang dipaparkan oleh tim mahasiswa.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik langsung atau workshop. Para peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan kader posyandu tampak antusias mengikuti tahapan pembuatan, mulai dari pengolahan adonan hingga proses pemanggangan di oven.

Majid mengatakan, program kerja ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai seremoni semata, melainkan dapat diadopsi menjadi menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di posyandu maupun menu harian di rumah warga.

Dengan demikian, upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan oleh masyarakat Desa Kertasari.(ril)

Bima, Kota Bima dan Dompu Dietapkan KLB Campak, 985 Kasus Terdeteksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan