Ekonomi Hukum & Kriminal
Home » Berita » Korban Promotor MXGP, Pegawai Rumah Makan Sukma Rasa Alami Beban Mental

Korban Promotor MXGP, Pegawai Rumah Makan Sukma Rasa Alami Beban Mental

Manager Rumah Makan Sukma Rasa Hamdani Akbar mencurahkan kegetirannya karena hutang makanan penyelenggara MXGP sampai saat ini tak ada kejelasan. (Dok. Ril)

Lombok Barat-Penyedia makanan untuk ajang Motocross Grand Prix (MXGP) pertengahan 2024 sakit hati kepada promotor event internasional ini. Rumah Makan Sukma Rasa di Labuapi, Lombok Barat sampai saat ini hutangnya belum dibayar lunas oleh promotor MXGP.

Manager Sukma Rasa, Hamdani Akbar mengatakan, pihaknya merasa sebagai korban penyelenggaraan MXGP.

“Ya, korban karena sudah hampir satu tahun setengah mau masuk ke dua tahun ini, kita belum diberikan pelunasan untuk acara MXGP itu,” katanya di Rumah Makan Sukma Rasa, Rabu (12/11).

“Di mana yang sebelumnya kita hanya diberikan janji-janji (promotor) dengan mengiming-imingkan akan diberikan setiap bulan secara dicicil, tapi sampai sekarang belum diberikan,” sambungnya.

Hamdani melanjutkan, sesuai dengan kesepakatan dengn penyelenggara MXGP, pada 2024 silam, pembayaran pertama sebesar 25 persen, dari total nasi kotak yang disiapkan dan tambahan prasmanan.

Polisi Larang Pick Up dan Odong-odong Masuk Kota Mataram saat Lebaran Topat

“Di pertengahan kita akan diberikan 50 persen dan satu minggu setelah acara selesai akan dilunaskan 25 persen. Akan tetapi itu semua melenceng dari kesepakatan yang sudah kita buat bersama,” keluhnya.

Ditanya soal besar tagihan promotor MXGP, Hamdani menyebut sekitar Rp 400 juta. dari jumlah itu yang belum dilunasi mencapai Rp 180 juta. Beragam upaya untuk menagih Dirut PT Samota Enduro Gemilang (SEG) sudah dilakukan.

“Kita cari ke rumahnya. Sekarang nomornya sudah tak bisa,” ucapnya

Ia tak menampik, Rumah Makan Sukma Rasa begitu bersemangat untuk membantu mensukseskan acara dari NTB, supaya NTB lebih dikenal. Dan itu juga bagian daripada visi Rumah Makan Sukma Rasa.

“Kami sangat menyesal sekali dengan hal ini, banyak sekali yang kami rasakan terutama kami jadi beban mental pada atasan kami,” katanya sedih.

Warga Bayan Tutup Paksa Kafe Ilegal Karena Diduga Jual Miras

Rumah Makan Sukma Rasa menambah deretan daftar pendukung acara yang belum dilunasi hingga kini. Direktur Utama PT SEG Diaz Rahmah Irhani selaku promotor event yang berupaya dikonfirmasi melalui ponsel tak memberikan respons.

Secara lengkap, wawancara khusus jurnalis Warta Satu Muhammad Haeril Anwar bersama Manager Sukma Rasa, Hamdani Akbar akan ditayangkan hari ini pukul 18.00 Wita.(ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan