Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, mengungkapkan bahwa, dirinya menerapkan gaya kepemimpinan orang Sasak dalam mengelola kepemimpinan di Gumi Gora. Filosofi ini diklaim karena pihaknya tidak mementingkan diri sendiri melainkan memberi ruang kepada yang lain.
“Dalam tindakan, saya sebagai orang Sasak ingin menjadi bapak, orang tua, dan rumah bagi semua orang. Orang Bali, orang Dompu, orang Bima dan Sumbawa,” kata Iqbal saat bersilaturahmi ke Majelis Adat Sasak (MAS), Selasa (24/3/2026).
Eks Dubes RI untuk Turki ini menyampaikan bahwa filosofi orang Sasak itu sejatinya adalah mengayomi semua tanpa pandang bulu. Ia menyebut, ketika menjadi orang besar maka perilaku juga sepatutnya melambangkan orang yang besar.
“Maka dalam hal kebijakan, pada tahun pertama kepemimpinan saya saat ini lebih banyak terlihat melakukan pembangunan di Pulau Sumbawa,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan itu dilakukan bukan tanpa alasan. Melainkan untuk menyampaikan pesan, bahwa orang Sasak memimpin dengan tidak meminggirkan kepentingan orang lain.
“Orang Sasak juga sejatinya memiliki kemampuan menahan diri, mempunyai kebijaksanaan sedalam Samudera dan setinggi Gunung Rinjani,” tegasnya.
Pada kesempatan itu juga, Gubernur Iqbal memaparkan beberapa pencapaiannya dalam hal infrastruktur jalan yang membuka daerah terisolasi seperti Batu Rotok, Batu Dulang, dan Lenangguar serta konektifitas wilayah utara melalui Samota sampai daerah termiskin seperti Dompu.
“Pada sektor kesehatan, saat ini Pemprov NTB menaikkan tipe Rumah Sakit Manambai dan RSUD Bima menjadi tipe B,” pungkasnya.(red)


Komentar