Mataram – Seribuan anggota Laskar Sasak menggelar aksi solidaritas di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin siang (19/1/2026). Aksi ini digelar sebagai bentuk dukungan terhadap kepemimpinan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Damayanti Putri, atau Iqbal-Dinda.
Massa bergerak dari Kantor Kejaksaan Tinggi NTB sekitar pukul 14.00 Wita dan tiba di Kantor Gubernur NTB sekitar pukul 15.00 Wita. Setibanya di lokasi, massa langsung menyampaikan deklarasi dukungan secara damai.
Ketua Laskar Sasak, Lalu Ali Sadikin, menegaskan aksi tersebut bukanlah demonstrasi, melainkan murni aksi solidaritas untuk mendukung pemerintahan Iqbal-Dinda.
“Maksud dan tujuan kami ini ditekankan, ini bukan demo, tapi aksi solidaritas untuk mendukung kepemimpinan beliau sebagai Gubernur NTB,” ujar Ali Sadikin di hadapan massa.
Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan ujaran kebencian, penghinaan, serta upaya-upaya yang berpotensi memecah belah persatuan di tengah-tengah masyarakat NTB.
“Tidak boleh ada ujaran kebencian, tidak boleh ada yang mendiskreditkan, dan tidak boleh terprovokasi. Kita datang dengan cinta dan penuh hormat, demi NTB yang makmur mendunia,” tegasnya.
Ali Sadikin menegaskan Laskar Sasak akan berdiri di belakang pemerintahan Iqbal-Dinda dan siap mendukung seluruh kebijakan yang dikeluarkan demi kemajuan daerah.
“Kami mendukung segala kebijakan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebagai pengeraksa agung di bumi NTB ini. Laskar Sasak akan tetap berdiri di belakang pemerintahan Iqbal-Dinda,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Laskar Sasak juga menganugerahkan Tongkat Komando “Pegat Male” kepada Gubernur NTB sebagai simbol kepercayaan, kehormatan, dan kesiapan masyarakat adat untuk bersinergi menjaga stabilitas serta kelancaran pembangunan daerah.
Menanggapi aksi tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengaku terharu atas dukungan yang diberikan. Ia menyampaikan apresiasi kepada Laskar Sasak atas aksi yang berlangsung secara tertib dan damai.
“Setelah tahu apa tujuan dari aksi ini, terus terang terharu sekali hati tyang, terima kasih atas dukungan, terima kasih atas backup, terima kasih atas support, terima kasih atas pembelaan pelungguh sami,” ujar Iqbal.
Iqbal juga tak menapik bahwa persatuan seluruh elemen masyarakat NTB sangat dibutuhkan saat ini, untuk mewujudkan segala program pemerintah yang telah ia canangkan.
“Tyang setuju dengan apa yang pelungguh sampaikan tadi, bahwa inilah saatnya kita bersatu, ini bukan saatnya kita terpecah-pecah, fokus membangun NTB,” jelasnya.
Ia mengaku bahwa kepemimpinannya saat ini mendapati pekerjaan rumah yang berat. Terlebih dalam merealisasikan triple agend Pemprov NTB, yakni mengentaskan kemiskinan ekstrem, mewujudkan ketahanan pangan, dan mencapai pariwisata NTB mendunia.
Maka dari itu, dukungan dari Laskar Sasak ini dirasa sebagai dukungan moral yang sangat berarti, terutama dalam membangkitkan semangat persatuan seluruh elemen, untuk membangun kemajuan NTB.
“Pekerjaan rumah kita luar biasa banyak, dan ini hanya bisa kita kerjakan kalau kita semua bersatu, mau Sasak, mau Samawa, mau Mbojo, semua harus bersatu padu. Karena pemerintah sendiri tidak mungkin melakukan pekerjaan ini,” ucapnya.
Lebih jauh, mantan Dubes RI untuk Turki itu menegaskan dirinya tidak anti terhadap kritik. Baginya, kritik adalah salah satu instrumen dalam membangun daerah. Namun ia menekankan kritik harus disampaikan dengan cara yang beradab.
“Kritik silahkan, kita ini negara demokrasi, tapi seperti disampaikan tadi, jaga adab. Kita ini masyarakat provinsi seribu masjid, sudah sepantasnya kita menjadi orang yang beradab,” pungkasnya. (ril)


Komentar