Peristiwa
Home » Berita » ‎Mahasiswa Unram Ditemukan Tewas Terseret Arus Kali Jangkuk

‎Mahasiswa Unram Ditemukan Tewas Terseret Arus Kali Jangkuk

Aliran Kali Jangkuk di wilayah Kebon Jaya Barat, Monjok, lokasi ditemukannya korban oleh dua warga yang sedang memancing dalam keadaan tidak bernyawa setelah terseret derasnya arus sungai saat mandi sekitar pukul 11.00 WITA, Minggu (2/11/2025).(dok:ist)


Mataram – Seorang mahasiswa Universitas Mataram (Unram) bernama M. Nanang Hidayat (21) asal Sumbawa, ditemukan tewas setelah terseret derasnya arus Kali Jangkuk, di wilayah Kebon Jaya Barat, Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Minggu (2/11/2025).


Staf Hubungan Masyarakat (Humas) Universitas Mataram, Allen Tiffanie, membenarkan bahwa korban merupakan mahasiswa Fakultas Teknik Sipil angkatan 2022 .

“M. Nanang Hidayat dari Teknik Sipil,” ujarnya.


Peristiwa bermula saat korban bersama dua rekannya mandi di aliran Kali Jangkuk sekitar pukul 11.00 Wita. Namun arus derasnya akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa minggu terakhir menyebabkan korban terseret air.


Sementara itu, Kapolsek Selaparang Ipda Zulharman Lutfi menjelaskan, korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan memegang salah satu rekannya.

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan memegang salah satu rekannya. Namun karena arus sangat deras, keduanya ikut terseret sejauh sekitar enam meter. Rekan korban sempat membentur batu, pegangan terlepas, dan korban akhirnya hanyut,” terangnya.


Beberapa saat kemudian, korban ditemukan oleh warga yang sedang memancing di aliran sungai wilayah Kebon Jaya Barat, Monjok. Saat ditemukan, tubuh korban dalam keadaan tertelungkup dan sudah tidak berdaya.

Kepala Sekolah SMK se-NTB Diperiksa Kejati Soal Dugaan Korupsi DAK Dikbud 2023


Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Karang Taliwang untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong.

Korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Dari hasil pemeriksaan luar oleh pihak puskesmas, terdapat luka lebam dan gores di tubuh korban yang diduga akibat terseret arus sungai,” jelas Kapolsek.


Setelah pemeriksaan, jenazah almarhum diserahkan kepada pihak keluarga yang berada di Lombok Tengah.

“Keluarga korban sudah dihubungi dan menerima peristiwa ini sebagai musibah. Mereka menolak melakukan otopsi dan mengikhlaskan kepergian almarhum,” tambahnya.(zal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan