Mataram – Pemerintah pusat menetapkan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi pusat pengembangan bawang putih nasional, sebagai bagian dari strategi untuk menghentikan ketergantungan impor dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman mengatakan, NTB khususnya kawasan Sembalun memiliki keunggulan lahan, iklim, serta produktivitas yang menjanjikan untuk menopang kebutuhan bawang putih nasional. Ia menargetkan NTB mampu mengelola 25 hingga 50 ribu hektar lahan untuk menanam bawang putih.
“Target kita menghentikan impor dalam tiga sampai lima tahun. Untuk swasembada, nasional hanya butuh 100 ribu hektar. NTB kami targetkan mampu mengelola 25 ribu sampai 50 ribu hektar,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja dan launching kesiapan pengembangan bawang putih menuju swasembada nasional di Lombok Timur, pada Senin (9/2/2026).
Amran optimistis target tersebut realistis untuk dicapai. Menurutnya, hal itu juga tercermin dari Indonesia yang mampu mengelola 7,4 juta hektar lahan padi, sehingga target untuk kebutuhan 100 ribu hektar lahan bawang putih bukanlah hal sulit jika dikerjakan secara serius.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti produktivitas hasil panen bawang putih di NTB yang mencapai rata-rata 20 ton per hektar, bahkan di beberapa lokasi menyentuh 28 ton per hektar, jauh di atas ekspektasi atau target nasional.
“Kualitasnya sangat bagus, bahkan jauh lebih baik dibandingkan impor. Karena itu program pemerintah kita pusatkan di sini,” tegasnya.
Untuk mendukung percepatan swasembada bawang putih ini, Kementerian Pertanian akan meluncurkan program khusus dengan dukungan penuh dari APBN, termasuk penyediaan bibit dan jaminan pasca-panen bagi petani.
“Negara akan menjamin. Kita buatkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) supaya harga stabil. Tidak boleh ada petani yang rugi,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Amran juga memuji respon cepat Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal dan Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional, khususnya pengembangan bawang putih.
Kemudian kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Amran meminta perubahan pola pikir mereka agar lebih progresif dan menjadi motor penggerak langsung di lapangan.
Lantaran Amran menegaskan, perubahan pola pikir atau mindset itu menjadi kunci utama dalam mencapai keberhasilan swasembada pangan, khususnya bawang putih dan kemajuan sektor pertanian lainnya di NTB maupun nasional.
“Jangan tanya apa yang negara berikan, tapi apa yang bisa kita berikan. PPL harus jadi contoh, punya kebun sendiri, dan bekerja dengan semangat,” tandasnya. (ril)


Komentar