Kemanusiaan Peristiwa
Home » Berita » Miris, Hutang Penyelenggara MXGP ke Bengkel Kecil Ini Belum Ada Kejelasan

Miris, Hutang Penyelenggara MXGP ke Bengkel Kecil Ini Belum Ada Kejelasan

Pemilik bengkel, Kurnia Jaya saat ditemui di Kekait, Gunung Sari, Lombok Barat. Selasa (11/11/2025). (dok. Buk)

Mataram – Setahun berlalu Motocross Grand Prix (MXGP) di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyisakan hutang disana-sini. Bukan hanya pemilik modal besar, pelaku usaha kecil pun uangnya tersangkut.

Seperti kisah Kurnia Jaya, pemilik bengkel asal Kabupaten Lombok Barat. Ia mengaku, belum menerima pelunasan biaya penyewaan kompresor dan kendaraan operasional yang dipakai selama kegiatan balap internasional tersebut berlangsung. Mirisnya, sampai sekarang belum ada kabar baik dari penyelenggara.

Kurnia menjelaskan, ia menyediakan 11 unit kompresor beserta alat nitrogen, serta 5 sepeda motor untuk mendukung mobilitas tim di area sirkuit.

Masing-masing, Motor Suzuki Spin, Yamaha Mio, Honda Scoopy, Honda Beat, dengan Total biaya yang belum terselesaikan mencapai Rp19 juta.

“Kompresor 10 unit sama nitrogen, dan sepeda motor untuk kendaraan di sirkuit itu 5 unit. Totalnya 19 juta,” kata Kurnia saat ditemui Warta Satu di bengkelnya, Selasa (11/11/2025).

Kepala Sekolah SMK se-NTB Diperiksa Kejati Soal Dugaan Korupsi DAK Dikbud 2023

Menurutnya, peralatan yang ia sediakan memiliki peran penting selama penyelenggaraan event. Janji penyelenggara saat itu, akan segera dituntaskan.

“Karena alat ini vital juga di event itu, kalau tidak ada nitrogen sama kompresor, mereka tidak bisa jalan,” ujarnya.

Kurnia mengatakan, sebelumnya ia beberapa kali terlibat dalam penyediaan alat di event MXGP dan tidak pernah mengalami kendala pembayaran.

Namun pada pelaksanaan terakhir ini, justru ia menanggung biaya operasional dengan dana pribadi untuk mengganti sewa alat milik rekan-rekan bengkel lain.

“Akhirnya ya saya yang harus pakai uang sendiri, buat bayar kompresor teman-teman bengkel lain,” ucapnya.

Tim Ahli Gubernur NTB Bantu Percepat Program Strategis di Seluruh OPD

Keterangan foto: Bengkel sederhana ini harus ikut menanggung hutang akibat MXGP. Penyelenggara menghilang dan tidak ada komunikasi.

Kurnia berharap ada yang memberikan penjelasan penyelesaian pembayaran agar pelaku usaha kecil tidak dirugikan dalam kegiatan berskala besar seperti MXGP.

“Semoga ada solusi lah untuk kami yang kecil-kecil ini, karna ini sudah lama. Walaupun bagi mereka ini nominal kecil, tapi bagi kami lumayan besar,” keluhnya.

Upaya konfirmasi kepada Direktur Utama PT Samota Enduro Gemilang (SEG), Diaz Rahmah Irhani selaku promotor event tersebut via ponsel lagi-lagi tak mendapatkan respons. Pesan melalui WhatsApp yang dikirim pun tak mendapat jawaban, namun bertanda pesan itu dibaca. (buk)

Tak Miliki Sertifikat Budidaya, KKP Segel Tambak Udang Milik Warga Asing di Lombok Timur

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan