Mataram – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menekankan pentingnya penguatan karakter kebangsaan bagi para pemuda dan calon Pekerja Migran Indonesia agar mampu menjaga nama baik Indonesia saat berada di luar negeri.
Penegasan ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada calon PMI dan Forum Perlindungan Pahlawan Devisa NTB di Mataram, Rabu (3/12/2025).
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal NTB, Evi Apita Maya, yang juga merupakan anggota MPR RI, menjelaskan bahwa sosialisasi empat pilar kebangsaan tersebut merupakan mandat konstitusional MPR untuk memastikan masyarakat memahami nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Ini memang tugas MPR RI. Elemen yang hadir diharapkan menjadi agen penyebar informasi tentang bagaimana menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya pada Rabu, (3/12/2025).
Ia menilai derasnya arus globalisasi dan informasi berpotensi mengikis jati diri nasional jika tidak diimbangi dengan penguatan wawasan kebangsaan. Karenanya, penanaman empat pilar menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika masyarakat modern.
“Dengan keteguhan pada dasar negara, perbedaan atau potensi konflik bisa diminimalisir,” tegasnya.
NTB yang menjadi daerah pengirim PMI terbesar kedua di Indonesia disebut perlu memperkuat bekal karakter calon pekerja sebelum berangkat ke luar negeri. Evi menekankan bahwa para PMI membawa identitas bangsa sekaligus cerminan nilai-nilai Indonesia di mata dunia.
“Cinta tanah air harus ditanamkan sebelum mereka berangkat. Mereka menjadi cerminan bangsa di negara orang. Jika nilai-nilai Pancasila diterapkan, Insyaallah di manapun mereka bekerja akan baik-baik saja,” tukasnya.
Ia berharap sosialisasi tersebut tidak hanya memperkuat wawasan kebangsaan, tetapi juga memberi bekal moral agar PMI mampu menjaga martabat diri sekaligus nama baik Indonesia di manapun mereka berada.
“Martabat PMI di luar negeri sangat ditentukan oleh bagaimana mereka memegang nilai-nilai Pancasila dalam keseharian,” tandasnya. (ril)


Komentar