Mataram – Perbaikan sistem perbankan Bank NTB Syariah hingga kini belum terlihat. Gangguan layanan mobile banking Bank NTB Syariah masih bermasalah. Proses transfer antar bank pun tak bisa dilakukan.
Tak henti nasabah bank pelat merah ini mengeluh. Seperti pegawai lingkup Pemerintah Provinsi NTB. Masalah yang berulang ini berdampak langsung pada keterlambatan penarikan gaji serta menyulitkan transaksi keuangan harian.
Salah satu PPPK Paruh Waktu Pemprov NTB, Hardi mengaku sejak diangkat belum pernah merasakan kemudahan menerima gaji melalui layanan perbankan digital. Gangguan mobile banking membuat proses pencairan gaji menjadi tidak efisien.
“Jadinya akibat itu kita tidak pernah merasakan gaji yang masuk sejak jadi PPPK Paruh Waktu, kalau gaji yang Februari ini belum keluar,” ujarnya menyampaikan keluh pada Jumat, (6/2/2026).
Ia juga menuturkan, gangguan layanan memaksa nasabah mencari mesin ATM untuk bertransaksi, yang justru menyita waktu dan tenaga.
“Sangat banyak memakan waktu untuk transaksi keuangan karena harus mencari gerai ATM. Yang semula tanpa antrean transaksi keuangan lewat jari akan terasa berdampak kalau harus mencari gerai ATM,” katanya.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Utama Bank NTB Syariah Nazaruddin, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh nasabah atas gangguan layanan mobile banking dan ATM yang terjadi. Terutama terhadap keluhan sejumlah ASN yang tidak bisa menikmati gaji mereka secara tepat waktu.
“Terkait kendala pada layanan mobile banking dan ATM, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh nasabah, khususnya para ASN, atas ketidaknyamanan yang terjadi dalam proses penarikan gaji dan transfer antarbank,” katanya kepada WartaSatu pada Jumat, (6/2/2026).
Kendati demikian, Ia menjelaskan saat ini sejumlah layanan mobile banking yang masih dapat digunakan, diantaranya transfer sesama Bank NTB Syariah, pembayaran virtual account Bank NTB Syariah, pembayaran tagihan dan pembelian token listrik PLN, pembayaran internet, PDAM, ZISWAF, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, serta transaksi QRIS di merchant Bank NTB Syariah.
Sementara itu, untuk layanan transfer antarbank yang belum bisa diakses melalui mobile banking, nasabah diarahkan menggunakan mesin ATM Bank NTB Syariah, jaringan ATM Bersama, EDC ATM Bersama, atau langsung ke counter teller di kantor cabang.
Atas hal itu, Nazaruddin selaku pimpinan bank pembangunan daerah itu menyampaikan permohonan maaf. Ia mengatakan layanan yang mengalami gangguan tersebut sedang dalam perbaikan dan pemeliharaan sistem.
“Mohon doa dan dukungannya agar fitur transfer antar bank lain dan fitur lainnya yang masih dalam maintenance dapat digunakan kembali secara optimal. Terima kasih atas kesabaran dan kepercayaan yang terus diberikan kepada Bank NTB Syariah,” ucapnya.
Terkait target normalisasi layanan, Nazaruddin memastikan proses perbaikan masih berlangsung dan telah memasuki tahap akhir. Ia menyebut satu minggu sebelum memasuki bulan ramadan, semua layanan harus kembali normal secara maksimal.
“Tunggu berita baik dalam minggu-minggu sebelum puasa ini, sedang finishing supaya mobile banking bisa kembali operasi maksimal,” tandasnya. (ril)


Komentar