Mataram – Euforia kemenangan PS Daygun sebagai juara Liga 4 Nusa Tenggara Barat (NTB) justru diiringi gelombang kritik dari warganet. Sorotan bukan tertuju pada jalannya pertandingan, melainkan pada bentuk dan ukuran trofi juara yang dinilai kurang representatif untuk ajang resmi tingkat provinsi.
Kritik tersebut ramai bermunculan setelah akun TikTok @tarkamlombok mengunggah momen perayaan juara pada Kamis (12/2/2026) yang ditonton oleh sebanyak 23 ribu orang. Di kolom komentar, banyak netizen mempertanyakan kelayakan desain piala yang dianggap terlalu kecil dan kurang mencerminkan gengsi kompetisi Liga 4.
Sejumlah akun bahkan membandingkan trofi Liga 4 dengan piala turnamen kampung. “Mirip piala lomba azan. Bagusan piala Liga RT di rumah, pialanya perak king, kayak piala Liga Champion.” Tulis Akun @YDK, dikutip, Jumat, (13/2/2026).
Akun @Mang Putra72 juga ikut menyindir dengan membandingkan trofi tersebut dengan piala futsal yang dimilikinya. Menurutnya, piala yang ia miliki lebih megah dari piala tersebut.
“Lebih gede piala futsal daripada piala Provinsi,” tulisnya sambil mengunggah foto pembanding.
Sementara, akun dengan username @Alif Elif juga turut berkomentar dengan singkat namun tajam, “Itu piala atau botol Aqua.” tulisnya.
Selain itu, Tidak sedikit pula netizen yang mengaitkan ukuran trofi dengan harga tiket dan jumlah penonton yang hadir di laga final. Mereka menilai penyelenggara seharusnya mampu menghadirkan simbol kemenangan yang lebih layak, sebanding dengan antusiasme publik dan perjuangan para pemain di lapangan.
“Semoga di event selanjutnya panitia lebih berbenah dan lebih siap, bikin event keren dengan trofi ala liga besar,” tulis akun @ijo daun.
Fenomena ini menunjukkan bahwa publik tidak hanya menilai kualitas pertandingan, tetapi juga profesionalisme penyelenggaraan secara keseluruhan. Trofi sebagai simbol prestasi dianggap memiliki nilai simbolik tinggi yang mencerminkan keseriusan kompetisi. (ril)


Komentar